Banjarmasin (ANTARA) - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan mendukung penguatan penerapan kurikulum berbasis cinta di madrasah yang digalakkan kementerian agama.
"Nahdlatul Ulama sangat mendukung upaya Kemenag untuk menciptakan pendidikan yang lebih manusiawi dengan menanamkan nilai kasih sayang, toleransi dan keperdulian antar sesama," ujar Ketua PCNU Kota Banjarmasin Habib Ali Khaidir Al-Kaff di Banjarmasin, Kamis.
Baca juga: Umat NU Banjarmasin turut atasi darurat sampah
Dukungan nyata yang diberikan PCNU Kota Banjarmasin terhadap program ini, yakni dengan melaksanakan pelatihan guru Aswaja dan ke-NU-an "Implementasi kurikulum berbasis cinta di madrasah" yang diikuti PCNU, Pergunu, LP-Ma'arif NU Kota Banjarmasin di kantor PCNU Kota Banjarmasin, Kamis hari ini.
Habib Ali menyampaikan, penting NU Banjarmasin ikut berperan dalam kesuksesan pelaksanaan kurikulum berbasis cinta di madrasah ini, karena mengedepankan lima pilar utama atau lebih dikenal dengan panca cinta.
"Tentunya cinta kepada Allah SWT dan Nabi Besar Muhammad SAW kemudian cinta kepada ilmu," ujarnya.
Implementasi semua itu, kata Habib Ali, harus dilakukan pada penguatan kompetensi guru sebagai agen perubahan yang mampu membangun budaya dialog, inklusivitas dan penghormatan terhadap keberagaman.
"Kita harap, sumbangsih kita dalam implementasi kurikulum berbasis cinta ini bisa bermanfaat bagi umat," ujarnya.
Ketua LP Ma'arif NU Kota Banjarmasin H Burhan Noor menambah, bahwa kurikulum berbasis cinta ini bukan mata pelajaran baru, namun pendekatan pendidikan yang lebih humanis dan holistik.
"Fokus utamanya adalah menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, toleransi di mana setiap siswa merasa aman, dihargai dan didukung secara menyeluruh selaras dengan semangat Islam," ujarnya.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakot Banjarmasin, Machli Riyadi menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan PCNU kota setempat yang memberikan perhatian besar terhadap kemajuan pendidikan di kota ini.
Dia menyampaikan, implementasi kurikulum berbasis cinta ini dengan tujuan yang mulia untuk menanamkan nilai-nilai akidah akhlak dalam kurikulum di madrasah.
Menurut dia, tujuan ini sesuai dengan visi dan misi Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR dan Wakilnya Hj Ananda untuk periode kepemimpinan 2025-2030 dengan mengusung Banjarmasin Maju Sejahtera.
Di mana salah satu misinya, ungkap Machli, mewujudkan generasi penerus bangsa yang kuat, sehat dan berakhlak di Kota Banjarmasin.
Baca juga: Bupati dan Wabup HST terima peci dan kartu tanda anggota NU
"Dengan sejalannya tujuan implementasi kurikulum berbasis cinta dan misi pemerintah kota makin memperkuat pembangunan di Kota Banjarmasin, khususnya pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas," demikian katanya.
