Rantau (ANTARA) - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Munggu Talu, Desa Suato Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan, terus menunjukkan peran strategis dalam penguatan ekonomi desa melalui pengelolaan usaha yang transparan dan akuntabel.
Ketua DPRD Tapin Achmad Riduan Syah, di Rantau, Kabupaten Tapin, Kamis, mengatakan kinerja BUMDes Munggu Talu bisa menjadi contoh bagi desa lain yang ada di Kabupaten Tapin.
Baca juga: 1.743 BUMDes beroperasi di Kalsel
“Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan usaha desa ini patut dicontoh karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa BUMDes harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa.
“Yang belum maju jangan patah semangat. Justru harus berbenah dan berinovasi agar bisa berkembang. Banyak cara dan dukungan dari pihak terkait untuk membantu desa menuju kemandirian,” kata Riduan.
Camat Tapin Selatan Reza Alghfari menyebutkan keberhasilan BUMDes Munggu Talu sebagai langkah nyata menuju kemandirian desa.
“Subunit usaha yang berhasil di Desa Suato Tatakan ini diharapkan bisa diaplikasikan di desa-desa lain yang ada di Kabupaten Tapin,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Suato Tatakan Fahmi Sadikin menjelaskan, pembagian hasil usaha BUMDes dilakukan terbuka agar masyarakat dapat melihat pemanfaatannya secara langsung.
“Tahun ini hasil usaha BUMDes kita distribusikan untuk mendukung enam langgar dan satu masjid dengan total Rp21 juta. Transparansi ini komitmen kami sejak awal pembentukan BUMDes,” ungkapnya.
BUMDes Munggu Talu saat ini mengelola tiga unit usaha utama, ucap Fahmi, yakni penjualan air bersih, pengangkutan sampah, dan rental kendaraan operasional dengan dukungan permodalan Bank Kalsel.
Fahmi menyebutkan, Unit usaha tersebut tidak hanya menopang pendapatan desa, tetapi juga menyerap tenaga kerja lokal dengan rata-rata gaji karyawan Rp3,7 juta per bulan.
Baca juga: Tanah Laut upayakan BUMDes Mandiri Sejahtera terbaik pertama tingkat provinsi
“Sebagian besar karyawan adalah pemuda desa Suato Tatakan yang awalnya belum berpengalaman, namun kini justru banyak direkrut perusahaan sekitar,” tambahnya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, mitra usaha, dan masyarakat, BUMDes Munggu Talu, Fahmi berharap, akan terus menjadi inspirasi dalam membangun kemandirian sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga Tapin terutama warga desa Suato Tatakan.
