Kepala Diskominfosp Tanah Bumbu Al Husain Mardani di Batulicin, Jumat, mengatakan inovasi ini lahir dari kondisi layanan publik yang dinilai belum efisien dan masih tersebar di berbagai aplikasi yang tidak saling terintegrasi.
Baca juga: Tanah Bumbu perkuat layanan publik melalui Monev PPID
“Sejauh ini layanan bagi masyarakat belum terpusat dalam satu portal, sehingga sering menimbulkan kebingungan dan mengurangi efisiensi birokrasi,” ujarnya.
Menurut Husain, tantangan yang dihadapi saat ini antara lain lemahnya arsitektur sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE), rendahnya interoperabilitas antar aplikasi, minim literasi digital aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat, serta kurangnya pemantauan dan pelaporan layanan digital secara real-time.
Pada tingkat nasional, ia mencontohkan terdapat sekitar 27 ribu aplikasi layanan aktif, sebagian besar berjalan tersendiri (silo).
Sedangkan Tanah Bumbu, indeks SPBE hanya mencapai 3,3 atau kategori baik, masih di bawah target ideal di atas 4,0, dan belum terintegrasi 15 layanan utama lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
“Jika tidak segera diatasi, akan memicu rendahnya kepercayaan publik terhadap layanan digital pemerintah, efisiensi birokrasi yang lemah, hingga kesenjangan akses pelayanan,” ucapnya.
Baca juga: Dinas Kominfosp Tanah Bumbu bina aparatur desa menuju "Desa Cerdas"
Melalui BerAksi Smart Service, Diskominfo Tanah Bumbu akan mengembangkan portal layanan terintegrasi berbasis web dan mobile, menghubungkan 15 layanan utama sebagai tahap awal.
Program ini juga didukung dengan penyusunan peraturan bupati dan pedoman teknis, pelatihan ASN, sosialisasi ke masyarakat, kolaborasi dengan pihak swasta dan perguruan tinggi, serta penguatan branding dengan slogan Satu Portal, Semua Layanan.
Husain memaparkan, manfaat inovasi ini di antaranya peningkatan kualitas pelayanan publik digital, percepatan dan efisiensi layanan, peningkatan citra dan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah, serta terwujudnya transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
“Dengan inovasi ini, layanan publik akan terpusat, akses masyarakat semakin mudah, indeks SPBE diharapkan naik ke kategori sangat baik, literasi digital ASN dan warga meningkat, dan Tanah Bumbu menjadi smart city yang memberikan kemudahan layanan publik bagi semua,” tutupnya.
Baca juga: Diskominfosp Tanah Bumbu perkuat KIM melalui sosilisasi
