Kotabaru, Kalsel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotabaru mengedukasi masyarakat melalui Talk Show 'Halo Kotabaru' dengan pokok bahasan menghadapi kemarau an enganisipasi kebakara hutan dan ahan (Karhutla).
Sekretaris Daerah Kotabaru, Eka Saprudin, menjelaskan luasan Kabupaten Kotabaru, dan hampir separuh wilayahnya hutan dan lahan, sehingga perlu kewaspadaan yang tinggi terhadap terjadinya Karhuta khsusunya memasuki musim kemarau.
Baca juga: Secretary appreciates "Kotabaru Hebat Archipelago Youth Service" participants
“Jadi wilayah Kabupaten Kotabaru ini hampir seperempat wilayah Kalsel, dengan luasan wilayahnya 9.442,46 km2 terdiri dari 22 Kecamatan, juga ada 202 desa dan kelurahan, melihat luasnya hutan dan lahan, kita harus mengantisipasi supaya tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan, apalagi mengingat dalam beberapa hari ini kondisi cuacanya cukup panas,” katanya d otabar, diaporkan Kamis.
Sekda juga menyambut baik kegiatan talk show dengan program Hallo Kotabaru tersebut, sebagai salah satu sarana untuk menginformasikan masyarakat tentang kebakaran hutan dan lahan.
“Mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bahayanya membakar lahan, sedikit demi sedikit kita memberikan pemahaman kepada masyarakat supaya membuka lahan jangan melalui pembakaran, karena bahayanya luar biasa, apalagi musim kemarau, sedikit saja angin, merencet (menyebar) kelain-lain,”jelasnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tak henti-hentinya melalui program kesiap siagaannya menginformasikan kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan.
Harapnya, setiap desa menjadi Desa Tangguh Bencana.
Ia juga menyampaikan, kesiap siagaan pemerintah daerah apabila terjadi kebakaran hutan.
“Setiap tahun kita wajib menganggarkan dana tidak terduga untuk mengantisipasi maupun menangani bencana, karena yang namanya bencana tidak kita harapkan, menyiapkan poskonya, peralatannya, termasuk sarana lain dan sebagainya,” jelasnya.
Kepala BMKG Kotabaru, Erik Handono, menginformasikan, puncak kemarau diperkirakan terjadi di Bulan Agustus dan Oktober 2025.
“Berdasarkan perkiraan lebih pendek dari biasanya, kita berharap tidak panjang-panjang karena nanti berdampak pada kebakaran hutan dan lahan,”ujarnya.
Monitoring tanpa hujan di wilayah Kabupaten Kotabaru, sampai saat ini masih dalam kategori pendek, jadi hari tanpa hujan itu masih dalam kisaran 1 sampai 5 hari, dengan harapan ada potensi hujan diperkirakan diakhir bulan atau 1 Agustus,” terangnya.
Baca juga: Kotabaru Deputy Regent opens "Archipelago Youth Service of Kotabaru Hebat"
Kepala Pelaksana BPBD Kotabaru, Hendra Indrayana, menyampaikan antisipasi apa saja yang disiapkan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan, di antaranya mengindentifikasi daerah rawan Karhutla , peningkatan kesiapan dan kapasitas personil, serta telah membentuk satgas karhutla hebat.
“Pertama kami melakukan pemetaan atau mendeteksi dini, mengidentifikasi di mana daerah rawan Karhutla, di kecamatan mana yang sering dan berpotensi terjadi kebakaran dengan aplikasi sipongi, dan lancang kuning, melakukan sosialisasi masif kepada masyarakat, perusahan yang mana mereka wajib mengamankan wilayah kerjanya masing-masing," ujarnya.
Membentuk desa tangguh bencana, mengingat Kabupaten Kotabaru memiliki wilayah yang luas, kami juga memperkuat kekuatan kami dengan membentuk Satgas Karhutla Hebat yang artinya hebat hadir, edukasi, beraksi, antisipasi dan tanggap.
Melalui talk show tersebut, mencerminkan komitmen Pemerintah Daerah bersama BPBD dan BMKG untuk memberikan informasi kepada masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi risiko bencana yang dapat mengganggu kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, dan menghimbau kepada masyarakat untuk bersiap siaga dalam menghadapi musim kemarau dan mencengah terjadinya karhutla.
