Rantau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, mendapat dukungan dana sebesar Rp800 juta dari PT Bhumi Rantau Energi (BRE) untuk pelaksanaan Tapin Art Festival 2025 yang masuk dalam kalender nasional Kharisma Event Nusantara (KEN).

Bupati Yamani mengatakan dukungan dari sektor swasta menjadi bukti nyata adanya kolaborasi dalam membangun ekosistem kebudayaan daerah yang berkelanjutan.

Baca juga: Ramu Art Festival angkat nama HSS di kancah seni budaya nasional

"Tapin Art Festival bukan sekadar perayaan seni, tetapi juga ruang strategis untuk memperkenalkan identitas budaya lokal ke panggung nasional," ujar Yamani di Rantau, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalsel, Kamis.

Yamani menjelaskan Tapin Art Festival telah digelar empat kali dan menjadi agenda tahunan Pemkab Tapin dalam memperkuat daya tarik budaya daerah, khususnya kesenian khas Tapin dan Kalimantan Selatan.

Dengan banyak nya dukungan, ucap Yamani, Pemkab Tapin menargetkan peningkatan skala pelaksanaan festival agar mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan, 

"Kami berharap Tapin Art Festival dapat menjadi model pengembangan event budaya berkelanjutan di Kalimantan Selatan," katanya.

Sementara itu, Corporate Affairs Manager PT BRE Joko Bagiono mengatakan bahwa dukungan terhadap Tapin Art Festival merupakan bagian dari komitmen sosial perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

"kami konsisten mendukung setiap program positif Pemkab Tapin, termasuk dalam pelestarian budaya lokal," kata Joko.

Menurut Joko, seni dan budaya memiliki peran penting dalam memperkuat jati diri daerah sekaligus mendukung sektor ekonomi kreatif masyarakat.

Selain pertunjukan seni tradisional dan kontemporer, kata dia, Tapin Art Festival juga dirancang menjadi ruang kolaborasi lintas komunitas budaya, pelaku UMKM, hingga seniman muda lokal. 

Baca juga: Festival Panti Asuhan Muhammadiyah Banjarmasin tumbuhkan kebersamaan

Melalui dukungan dari PT BRE, Joko berharap Tapin Art Festival tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal.



Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026