“Kami menyadari sepenuhnya dampak yang ditimbulkan kabut asap karhutla di Kalimantan Selatan, sehingga kami merasa perlu turun ke lapangan berkontribusi untuk masyarakat,” kata Pj. Regional Group Head XL Axiata untuk Kalimantan Horas Lubis saat dikonfirmasi di Banjarmasin, Sabtu.
Horas menuturkan dalam beberapa waktu terakhir, tingkat polusi udara di beberapa wilayah Kalimantan Selatan mencapai status berbahaya khususnya di Kota Banjarmasin dan sekitarnya, bahkan beberapa waktu lalu Pemerintah Kota Banjarmasin menerapkan metode sekolah daring untuk pelajar.
“Bantuan ini merupakan salah satu tanggung jawab sosial perusahaan yang diamanatkan oleh undang-undang,” ucapnya.
Dia menyebutkan pada tahap pertama pihaknya menyalurkan bantuan masing-masing 100 paket di Kota Banjarmasin pada Rabu kemarin. Kemudian tahap selanjutnya ke wilayah lain, namun tergantung kondisi daerah yang terdampak, tidak hanya di Kalimantan tetapi juga di Sumatera.
Pada kesempatan itu, Head of Sales XL Axiata area Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) Hurry Amar Sidqi turun langsung menyerahkan bantuan kepada warga di Kelurahan Sungai Andai, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Rabu (11/10) lalu.
Horas berharap dengan bantuan yang disalurkan pihaknya, dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, dan mengurangi dampak dari kabut asap terhadap kesehatan warga terdampak, terutama anak-anak dan lansia.
Penyaluran paket bantuan tersebut bekerja sama dengan Yayasan Benih Baik (Benihbaik.com), pemerintah setempat, dan organisasi masyarakat sekitar.
XL Axiata juga memastikan jaringan di seluruh kota dan kabupaten di Kalimantan Selatan tetap beroperasi secara normal, sehingga tetap bisa digunakan masyarakat yang membutuhkan layanan telekomunikasi. Hingga saat ini, terdapat sekitar 3.400 BTS yang tersebar di seluruh kota dan kabupaten di Kalimantan Selatan.
“Kita sambil memantau perkembangan kabut asap karhutla, jika masih diperlukan, kita akan salurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Horas.
Pewarta: Tumpal Andani AritonangEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.