"Target tersebut diperkirakan terlaksana tahun 2028 atau pada 18 tahun mendatang," katanya di Banjarmasin, Sabtu.
Menurut dia, kondisi limbah di Banjarmasin yang mendapat julukan "Kota Seribu Sungai" saat ini cukup memprihatinkan.
Diperkirakan lebih 70 persen penduduk ibu kota Kalimantan Selatan tidak mengelola limbah dengan sistem yang baik serta sempurna, tambahnya.
Oleh sebab itu PD PAL Banjarmasin sebagai perusahaan pengelola air limbah ingin mengarahkan masyarakat dalam sistem pengelolaan limbah yang baik serta sempurna khususnya limbah rumah tangga.
PD PAL Banjarmasin saat ini memiliki hampir tiga ribu sambungan pipa baik ke perkantoran maupun ke perumahan masyarakat.
Sistem pengelolaan limbah yang ada di Kota Banjarmasin pada umumnya adalah sistem setempat yang terdiri dari cubluk, jamban keluarga atau jamban bersama dengan septi tank.
Sebagai salah satu upaya menciptakan kondisi lingkungan dan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik, Pemkot Banjarmasin membangun sistem sanitasi terpusat dengan air limbah dialirkan melalui pipa ke tempat pengelolaan air limbah.
Air limbah setelah sampai di tempat pegolahan kemudian akan diolah menggunakan sistem biologi yaitu dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk menguraikan bahan-bahan organik dan racun sehingga dihasilkan air yang memenuhi standar baku mutu air yang diizinkan.
Alasan air limbah perlu diolah guna mengurangi penyebab penyakit menular yang disebabkan oleh organisme pathogen pembawa penyakit yang terkandung dalam air limbah seperti diare dan dysentri.
"Untuk itu pula diharapkan seluruh warga Banjarmasin agar menggunakan jasa PD PAL dalam mengolah air limbah rumah tangganya," demikian Muhidin.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.