• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News kalsel
Minggu, 15 Februari 2026
Antara News kalsel
Antara News kalsel
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Pariwisata & Lingkungan Hidup
    • Kelompok konservasi lepas 90 tukik untuk menjaga habitat penyu di Aceh

      Kelompok konservasi lepas 90 tukik untuk menjaga habitat penyu di Aceh

      Sabtu, 31 Januari 2026 21:13

      ULM dan Kemenhut bahas upaya rehabilitasi kawasan mangrove Tanbu

      ULM dan Kemenhut bahas upaya rehabilitasi kawasan mangrove Tanbu

      Kamis, 15 Januari 2026 22:41

      Wonderful Indonesia Diving Directory jadi rujukan penyelam profesional

      Wonderful Indonesia Diving Directory jadi rujukan penyelam profesional

      Kamis, 18 Desember 2025 16:50

      Goa Batu Hapu dari perut Meratus jadi saksi warisan geologi

      Goa Batu Hapu dari perut Meratus jadi saksi warisan geologi

      Minggu, 14 Desember 2025 11:49

      Situs Geopark Meratus Goa Batu Hapu Tapin Kalsel

      Situs Geopark Meratus Goa Batu Hapu Tapin Kalsel

      Senin, 1 Desember 2025 15:03

  • Nasional
    • 21 juta lebih warga Sudan terancam kelaparan

      21 juta lebih warga Sudan terancam kelaparan

      Minggu, 15 Februari 2026 13:41

      BMKG: Waspadai banjir pesisir 2,6 meter di Kalsel pada 16-24 Februari

      BMKG: Waspadai banjir pesisir 2,6 meter di Kalsel pada 16-24 Februari

      Minggu, 15 Februari 2026 13:10

      Kementan perkuat pengembangan jagung pangan untuk industri

      Kementan perkuat pengembangan jagung pangan untuk industri

      Sabtu, 14 Februari 2026 22:56

      Pasukan Indonesia di Gaza tak terlibat operasi tempur

      Pasukan Indonesia di Gaza tak terlibat operasi tempur

      Sabtu, 14 Februari 2026 21:49

      Menko Pangan: MBG selama Ramadan  nanti dibawa pulang

      Menko Pangan: MBG selama Ramadan nanti dibawa pulang

      Sabtu, 14 Februari 2026 20:54

  • Seputar Kalsel
    • Pemprov Kalsel
    • Kotabaru
    • DPRD Kotabaru
    • Tanah Bumbu
    • Hulu Sungai Utara
    • Hulu Sungai Selatan
    • Hulu Sungai Tengah
    • Balangan
    • Tanah Laut
    • Yayasan Amanah Bangun Negeri
    • Banjarbaru
    • DPRD Kalsel
    • Tapin
    • Barito Kuala
    • DPRD Balangan
    • Banjar
    • Banjarmasin
    • Tabalong
    • Umum
    • Olahraga
      • Super League - Persebaya tumbang 1-2 lawan Bhayangkara

        Super League - Persebaya tumbang 1-2 lawan Bhayangkara

        Sabtu, 14 Februari 2026 23:24

        Super League  - Dewa United bangkit, tundukkan PSM 2-0

        Super League - Dewa United bangkit, tundukkan PSM 2-0

        Sabtu, 14 Februari 2026 23:06

        Super League  - Semen Padang bidik kemenangan di kandang Arema

        Super League - Semen Padang bidik kemenangan di kandang Arema

        Sabtu, 14 Februari 2026 22:09

        Rakerda 2026 IOF Kalsel mantapkan kerja sama dengan Basarnas

        Rakerda 2026 IOF Kalsel mantapkan kerja sama dengan Basarnas

        Sabtu, 14 Februari 2026 16:57

        IBL 2026 - Duel sesama Jakarta, Pelita Jaya tekuk Hangtuah 98-81

        IBL 2026 - Duel sesama Jakarta, Pelita Jaya tekuk Hangtuah 98-81

        Jumat, 13 Februari 2026 23:15

    • Pendidikan
        • Berita ULM
        • POLIBAN BANJARMASIN
        Doktor Administrasi Pendidikan ULM riset keunggulan mutu pendidikan karakter berbasis asrama

        Doktor Administrasi Pendidikan ULM riset keunggulan mutu pendidikan karakter berbasis asrama

        Jumat, 13 Februari 2026 21:30

        ACQUIN Jerman visitasi akreditasi internasional sembilan prodi di FKIP ULM

        ACQUIN Jerman visitasi akreditasi internasional sembilan prodi di FKIP ULM

        Jumat, 13 Februari 2026 14:58

        S3 Administrasi Pendidikan ULM hasilkan disertasi penguatan pendidikan karakter berbasis religi

        S3 Administrasi Pendidikan ULM hasilkan disertasi penguatan pendidikan karakter berbasis religi

        Kamis, 12 Februari 2026 10:51

        ULM cetak doktor pertama Administrasi Pendidikan dengan nilai cumlaude

        ULM cetak doktor pertama Administrasi Pendidikan dengan nilai cumlaude

        Selasa, 10 Februari 2026 15:56

        ADAKSI Poliban gelar seminar nasional hak Tukin dosen 2020-2024

        ADAKSI Poliban gelar seminar nasional hak Tukin dosen 2020-2024

        Rabu, 4 Februari 2026 21:33

        ADAKSI Poliban gelar seminar nasional terkait hak Tukin dosen 2020-2024

        ADAKSI Poliban gelar seminar nasional terkait hak Tukin dosen 2020-2024

        Selasa, 3 Februari 2026 19:44

        Poliban-PLN berkomitmen lanjutkan program konversi motor listrik

        Poliban-PLN berkomitmen lanjutkan program konversi motor listrik

        Selasa, 23 Desember 2025 19:48

        Poliban raih lima penghargaan pada Anugerah Diktisaintek 2025

        Poliban raih lima penghargaan pada Anugerah Diktisaintek 2025

        Jumat, 19 Desember 2025 23:20

    • English News
      • Kotabaru Secretary hopes e-Hebat app facilitates coordination

        Kotabaru Secretary hopes e-Hebat app facilitates coordination

        Minggu, 15 Februari 2026 6:43

        Indonesia cuts open dumping to 66 pct as waste management ramps up

        Indonesia cuts open dumping to 66 pct as waste management ramps up

        Minggu, 15 Februari 2026 5:50

        Prabowo awards honors for personnel, figures who support MBG

        Prabowo awards honors for personnel, figures who support MBG

        Sabtu, 14 Februari 2026 23:44

        Kotabaru Secretary opens manasik haji for 1447 Hijriah

        Kotabaru Secretary opens manasik haji for 1447 Hijriah

        Sabtu, 14 Februari 2026 0:35

        Prabowo pledges stability, security to drive Indonesia's growth

        Prabowo pledges stability, security to drive Indonesia's growth

        Jumat, 13 Februari 2026 23:32

    • Infografik
    • Foto
      • Teknik Sipil UNIVSM teken MoU dengan PT Dinar Energi Utama

        Teknik Sipil UNIVSM teken MoU dengan PT Dinar Energi Utama

        Sabtu, 31 Januari 2026 22:46

        PLN Kalselteng-Poliban sinergi dorong kompetensi vokasi kendaraan listrik melalui Elvi Sukesi

        PLN Kalselteng-Poliban sinergi dorong kompetensi vokasi kendaraan listrik melalui Elvi Sukesi

        Sabtu, 31 Januari 2026 20:42

        Dirut PLN dampingi Menhan resmikan operasional pabrik prekursor baterai

        Dirut PLN dampingi Menhan resmikan operasional pabrik prekursor baterai

        Sabtu, 31 Januari 2026 7:05

        YBM PLN UID Kalselteng serahkan bantuan korban banjir di Kecamatan Halong

        YBM PLN UID Kalselteng serahkan bantuan korban banjir di Kecamatan Halong

        Jumat, 30 Januari 2026 21:12

        DPRD Tanah Bumbu paripurnakan Raperda APBD 2026

        DPRD Tanah Bumbu paripurnakan Raperda APBD 2026

        Senin, 26 Januari 2026 20:06

    • Video
      • Bersih-bersih sungai, Wali Kota Yamin: Sisa bangunan harus diangkut

        Bersih-bersih sungai, Wali Kota Yamin: Sisa bangunan harus diangkut

        Sabtu, 14 Februari 2026 21:13

        Bekali keterampilan warga binaan, Lapas Banjarmasin luncurkan SAE

        Bekali keterampilan warga binaan, Lapas Banjarmasin luncurkan SAE

        Selasa, 10 Februari 2026 23:13

        Polda Kalsel musnahkan 67,6 kg sabu jaringan Fredy Pratama

        Polda Kalsel musnahkan 67,6 kg sabu jaringan Fredy Pratama

        Senin, 9 Februari 2026 22:02

        Pemkot Banjarmasin pacu peningkatan produk lokal, kurasi 50 hasil IKM

        Pemkot Banjarmasin pacu peningkatan produk lokal, kurasi 50 hasil IKM

        Senin, 9 Februari 2026 20:44

        Pemulihan 12 ribu hektare lahan pertanian Kalsel yang terendam banjir

        Pemulihan 12 ribu hektare lahan pertanian Kalsel yang terendam banjir

        Jumat, 6 Februari 2026 19:16

    Tanam Buah Lokal Sekaligus Bersedekah Oksigen

    Sabtu, 2 Juli 2016 13:51 WIB

    Tanam Buah Lokal Sekaligus Bersedekah Oksigen

    - FKH berusaha melestarikan buah-buahan lokal di beberapa lokasi Banjarmasin, seraya menciptakan lingkungan sehat dan bersedekah oksigen. Antaranews Kalsel/Hasan Zainuddin. (a)

    Sekarang saja, tiap kemarau rasanya kita ini bagaikan hidup di dalam awan saja, karena penuh asap, coba kalau tak ada rehabilitasi lingkungan, bagaimana setahun, lima tahun, atau sepuluh tahun ke depannya, mungkin asap kian pekat lagi, susah dibayang

    Banjarmasin (Antaranews Kalsel)- Bersepeda onthel, Zany Thalux (45 tahun) seorang anggota Forum Komunitas Hijau (FKH) Banjarmasin berkeliling satu kampung ke kampung lain di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, hanya untuk tanam pohon.

    Bersama sejumlah teman di komunitas unik ini, Zany Thalux mencangkul tanah satu demi satu lubang ke lubang lain, seraya menanam pepohonan maksudnya agar lokasi kota ini dan sekitarnya menjadi rindang.

    Dari sekian pepohonan hijau yang dikembangkan oleh komunitas yang beranggotakan sekitar 70 orang ini sebagian besar adalah tanaman buah lokal, seperti rambutan garuda, rambutan antalagi, kuini, mentega, kacapuri, langsat, kasturi (mangepera delmiayan kasturi), rambai padi, petai, jengkol, dan asam jawa.

    Sudah beberapa lokasi dihijaukan oleh komunitas sebagian anggotanya berusia tua ini, dan dari satu lokasi aksi ke lokasi aksi lainnya menggunakan sepeda tua pula (onthel).

    Sebagai contoh penamaman pohon buah di halaman masjid raya Sabilal Muhtadin, di halaman Gelanggang remaja Hasanudin HM, atau di Ruang Terbuka Hijau (RTH) milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih.

    Dalam upaya pengembangan tanaman lokal ini para anggota komunitas sekaligus berkampanye, menggunakan selebaran, sepanduk, pamlet, dan alat peraga yang menyebutkan menanam pohon adalah bersedekah oksigen, menanam pohon adalah beramal jariah, dan menanam pohon adalah menciptakan lingkungan sehat.

    Ia menggambarkan, seandainya seseorang menanam pohon,kemudian pohon itu berusia 300 tahun, maka usia sejarah penanamnya bisa mencapai 300 tahun, selama 300 tahun pula penanamnya memperoleh amal jariah.

    Sebab pohon yang ditanam itu menciptakan keteduhan, menciptakan keindahan, menyerap polutan (racun udara), pohon habitat binatang, jika pohon itu berbuah berarti ditambah amal jariahnya , itu hanya satu pohon, jika sepuluh pohon, jika seratus pohon, jika seribu pohon bisa dibayangkan berapa banyak manfaat yang diberikan oleh si penanam pohon.

    Belum lagi pohon memproduksi oksigen, karena oksigen itu mahal makanya perlu disediakan di alam.Sekarang saja harga oksigen di rumah sakit minimal rp25 ribu per liter, padahal sehari seorang manusia menghirup 2.880 liter oksigen kali Rp25 ribu berarti sehari kalau beli seharga Rp72 juta.

    "Makanya kami tak pernah lelah menanam pohon, dan aksi kami lakukan setiap hari Sabtu dan Minggu, karena tak sedikit anggota kami yang juga pegawai negeri sipil, pedagang, dan usahawan yang hanya waktu luang di dua hari dalam seminggu tersebut," kata Zany Thaluk yang dikenal seorang PNS lingkungan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin ini.

    Menurut kordinator lapangan FKH ini lingkungan hijau yang penuh oksigen itu perlu terutama menghadapi era pemanasan global, tanpa upaya penghijauan maka penderitaan dan penderitaan akan selalu muncul, seperti kekeringan, kebakaran hutan, banjir, serta yang terakhir serbuan asap.

    "Kekeringan, banjir, dan asap sekarang ini, mungkin saja kesalahan manusia-manusia sebelumnya yang serakah merusak lingkungan, kalau itu terus dibiarkan, maka anak cucu kemudian hari akan lebih menderita lagi," katanya.

    "Sekarang saja, tiap kemarau rasanya kita ini bagaikan hidup di dalam awan saja, karena penuh asap, coba kalau tak ada rehabilitasi lingkungan, bagaimana setahun, lima tahun, atau sepuluh tahun ke depannya, mungkin asap kian pekat lagi, susah dibayangkan," kata Zany Thalux dengan semangat.

    Beranjak dari pemikian itulah, kaitan hari buah sedunia yang diperngati setiap 1 Juli ini FKH mencoba mengkampanyekan pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon buah-buahan lokal apalagi Kalimantan dikenal banyak spicies tanaman khas yang sebagian pula sudah langka, maka perlu pelestarian.

    Sementara Wakil Ketua FKH, Mohamad Ary menambahkan mengajak seluruh masyarakat tanam pohon buah buahan baik untuk konservasi hutan, peneduh, maupun buah konsumsi.

    Salah satunya Asam Jawa atau Asam Kamal (tamarindus indica).

    Pohon ini cocok untuk ditanam sbg konservasi lahan dan pohon peneduh. Pada lahan subur, sdh berbuah pada usia 5 thn.

    Batang pohonnya cukup keras dan tumbuh besar mampu hidup hingga ratusan tahun. Buahnya mengandung senyawa kimia antara lain asam sitrat, asam anggur, asam suksinat, pectin dan gula invert.

    Kulit bijinya mengandung phlobatanim dan bijinya mengandung albuminoid serta pati.

    Daunnya terdapat kandungan kimia saponin, flavonoid dan kanin. Unsur-unsur yang terkandung dalam tanaman asam jawa, baik daun, kulit pohon maupun daging bijinya dapat dimanfaatkan untuk bahan obat-obatan tradisional.

    Tanaman ini memiliki khasiat yang cukup banyak dalam menyembuhkan beberapa penyakit, di antaranya daun asam jawa berkhasiat untuk menurunkan kadar kolesterol darah yang tinggi, pengobatan demam, rematik, sakit kuning, cacingan, sariawan, sulit tidur atau insomnis.

    Sahabat sahabat alam FKH Banjarmasin, bekerja sama dengan BP DAS mulai menanam dan membagikan pohon ini, dan bekerja sama dengan Hidayat Aziz, sdh mbagikan pohon ini kepada masyarakat untuk ditanam di tepian jalan kawasan Loksado Pegunungan Meratus, agar tebing jalan tidak lagi longsor.

    Selain pohon ini, FKH juga bermimpi bisa menanam lebih banyak jenis pohon untuk kelestarian lingkungan dan penyelamatan plasma nutfah.

    Kian Langka

    Samlan (60 th), seorang warga Banjarmasin mengaku rindu mencicipi lagi beberapa buah Kalimantan (Borneo) yang dulunya banyak ditemukan di wilayah Kalimantan Selatan.

    Tetapi kerinduan akan buah khas Borneo tersebut seringkali tak kesampaian, masalahnya buah tersebut sudah sulit diperoleh, walau mencarinya ke mana-mana termasuk ke wilayah sentra buah-buahan daerah Banua Enam (enam kabupaten Utara Kalsel) atau yang sering pula disebut wilayah Hulu sungai.

    "Dulu aku sering makan buah durin merah, yang disebut Lahung, tetapi kini jangankan memakannya melihat pun sudah tak pernah lagi," kata Mahlan saat bercerita kepada penulis.

    Kerinduan akan buah-buahan lokal tersebut agaknya bukan hanya menimpa Samlan ini tetapi mungkin ratusan bahkan ribuan orang warga yang tinggal di bagian selatan pulau terbesar di tanah air ini.

    Sebut saja buah yang sudah langka itu yang disebut karatongan, mahrawin, atau mantaula yang kesemuanya masih family durian (durio family).

    Belum lagi jenis buah lain seperti family rambutan banyak yang sudah hampir punah, sebut saja siwau, maritam, jenis mangga-manggaan yang dulu banyak dikenal dengan sebutan asam tandui, hasam hurang, hambawang pulasan dan beberapa jenis lagi yang sulit diperoleh dipasaran.

    Berdasarkan keterangan buah jenis di atas langka lantasan pohon buah-bauah tersebut terus ditebang untuk digunakan sebagai bahan baku gergajian.

    Berdasarkan keterangan penduduk Desa Panggung pohon buah yang terbilang langka tersebut biasanya berbentuk besar dan tinggi, sehingga menggiurkan bagi orang untuk menebangnya dan menjadikan sebagai kayu gergajian.

    "Sejak sepuluh tahun terakhir ini, kayu buah-buahan tersebut ditebang diambil kayunya untuk dijual dan untuk bahan bangunan pembangunan rumah penduduk," kata Rusli penduduk setempat.

    Perburuan kayu buah-buahan tersebut setelah kayu-kayu besar dalam hutan sudah kian langka pula, akibat penebangan kayu sebelumnya, sementara permintaan kayu untuk dijadikan vener ( bahan untuk kayu lapis) terus meningkat, setelah kayu-kayu ekonomis dalam hutan sudah sulit dicari, Bukan hanya untuk vener, kayu-kayu dari pohon buah itu dibuat papan untuk dinding rumah penduduk, atau dibuat balokan serta kayu gergajian.

    Beberapa warga menyayangkan adanya tindakan oknum masyarakat yang suka melakukan penebangan kayu buah tersebut, lantaran jenis kayu ini adalah kayu yang berumur tua.

    "Kalau sekarang ditanam maka mungkin 50 tahunan bahkan ratusan tahun baru kayu itu besar," kata warga yang lain. Sebagai contoh saja, jenis pohon buah lahung yang sering ditebang adalah pohon yang ratusan tahun usianya, makanya ukuran garis tengahnya minimal satu meter.

    Warga mengakui agak sulit melarang penebangan kayu pohon buah tersebut lantaran itu kemauan pemilik lahan dimana pohon itu berada, dijual dengan harga mahal, sehingga oleh pemilik lahan cara itu dianggap menguntungkan.

    Pohon buah-buahan lokal Kalimantan ini banyak ditemui di wilayah adanya pemukiman penduduk daratan Pegunungan Meratus seperti di Kabupaten Balangan, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) serta Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dikenal sebagai sentra buah-buahan lokal Kalsel.

    Kawasan ini setiap musim buah memproduksi buah lokal seperti tiwadak (cempedak), durian yang kalau di kawasan setempat terdapat sekitar 30 spicies durian, rambutan sekitar 40 spicies, dan mangga-manggaan yang juga puluhan spicies.

    Jenis buah yang biasanya selalu melimpah, adalah langsat terdapat beberapa spicies,rambai beberapa spicies.

    Mangga-manggan saja juga banyak jenisnya sebut saja Kasturi (Mangifera casturi), Hambuku (Mangifera spp), Hambawang (Mangifera foetida), kuwini (Mangifera odorata), Ramania, tetapi populasinya terus menyusut termasuk buah lain seperti Pampakin (Durio kutejensis), Mundar (Garcinia spp), Pitanak (Nephelium spp), Tarap (Arthocarpus rigitus), Kopuan (Arthocarpus spp), Gitaan (Leukconitis corpidae), serta Rambai (Sonneratia caseolaris).

    Buah tersebut di atas dulu masih banyak tumbuh di mana-mana hanya saja sekarang sudah mulai menghilang, belum terlihat upaya pelestariannya.

    Pewarta: Hasan Zainuddin
    Editor : Hasan Zainuddin
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



    • Whatsapp
    • facebook
    • twitter
    • email
    • pinterest

    Berita Terkait

    Pembunuhan Loksado, keluarga korban serahkan buah khas lokal Pegunungan Meratus ke Kapolres HSS

    Pembunuhan Loksado, keluarga korban serahkan buah khas lokal Pegunungan Meratus ke Kapolres HSS

    22 Desember 2025 17:24

    Pemkab Tapin tanam pohon buah lokal di RTH Keraton Lama

    Pemkab Tapin tanam pohon buah lokal di RTH Keraton Lama

    5 Juni 2025 18:53

    Pj Bupati berharap Festival Nanas Mekarsari mengangkat pamor buah lokal Batola

    Pj Bupati berharap Festival Nanas Mekarsari mengangkat pamor buah lokal Batola

    27 Oktober 2024 14:58

    Tanbu Kalsel kembangkan pohon buah-buahan lokal

    Tanbu Kalsel kembangkan pohon buah-buahan lokal

    27 Maret 2022 06:40

    Biodiversitas Indonesia rilis buku ragam jamur makroskopis di Batola

    Biodiversitas Indonesia rilis buku ragam jamur makroskopis di Batola

    28 Februari 2021 07:40

    Melestarikan kasturi maskot flora Kalsel yang punah

    Melestarikan kasturi maskot flora Kalsel yang punah

    13 Januari 2021 13:44

    DPRD dukung film lokal produk anak Bumi Saijaan

    DPRD dukung film lokal produk anak Bumi Saijaan

    12 Agustus 2020 06:43

    Desa Marajai bersiap gelar Festival Buah Lokal Kalimantan

    Desa Marajai bersiap gelar Festival Buah Lokal Kalimantan

    20 Januari 2020 03:16

    Terpopuler

    Polresta Banjarmasin siapkan rekayasa lalu lintas saat Haul Guru Zuhdi

    Polresta Banjarmasin siapkan rekayasa lalu lintas saat Haul Guru Zuhdi

    MU  tanpa tiga pemain kontra West Ham United

    MU tanpa tiga pemain kontra West Ham United

    Cucun-Hilyah resmi dikukuhkan nahkodai PKB Kalsel 2026-2031

    Cucun-Hilyah resmi dikukuhkan nahkodai PKB Kalsel 2026-2031

    Rupiah menguat lagi, hari ini Rp16.799 per dolar AS

    Rupiah menguat lagi, hari ini Rp16.799 per dolar AS

    Kurniawan Dwi Yulianto jadi pelatih timnas U-17

    Kurniawan Dwi Yulianto jadi pelatih timnas U-17

    Top News

    • Uji coba kedua, Indonesia U-17 kalah tipis 2-3 dari China

      Uji coba kedua, Indonesia U-17 kalah tipis 2-3 dari China

      11 Februari 2026 22:16

    • Polda Kalsel musnahkan 67 kg sabu dan 30.766,5 ekstasi jaringan Fredy Pratama

      Polda Kalsel musnahkan 67 kg sabu dan 30.766,5 ekstasi jaringan Fredy Pratama

      9 Februari 2026 18:34

    • Banjarmasin siapkan 500 kegiatan jadi penggerak ekonomi rakyat

      Banjarmasin siapkan 500 kegiatan jadi penggerak ekonomi rakyat

      8 Februari 2026 20:59

    • Piala Asia Futsal 2026 - Indonesia gagal juara, kalah adu penalti

      Piala Asia Futsal 2026 - Indonesia gagal juara, kalah adu penalti

      7 Februari 2026 22:31

    • KPK OTT di KPP Banjarmasin Kalsel

      KPK OTT di KPP Banjarmasin Kalsel

      4 Februari 2026 14:08

    Antara News kalsel
    kalsel.antaranews.com
    Copyright © 2026
    • Top News
    • Terkini
    • RSS
    • Twitter
    • Facebook
    • Seputar Kalsel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • English News
    • Ketentuan Penggunaan
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kebijakan Privasi
    • BrandA
    • ANTARA Foto
    • Korporat
    • PPID
    • www.antaranews.com
    • Antara Foto
    • IMQ
    • Asianet
    • OANA
    notification icon
    Dapatkan Berita Terkini khusus untuk anda dengan mengaktifkan notifikasi Antaranews.com