Tanjung (ANTARA) -
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tabalong Erwan Mardani mengatakan kini 13 desa telah masuk kategori mandiri.
"Pada tahun 2021 hanya satu desa yang masuk kategori mandiri dan 2022 bertambah menjadi 13 desa mandiri," jelas Erwan di Tanjung, Sabtu.
Hal ini mengacu pada Indeks Desa Membangun sebagai evaluasi tingkat kemajuan desa yang mencakup indeks ketahanan sosial, indeks ketahanan ekonomi serta indeks ketahanan lingkungan.
Erwan mengatakan untuk indikator ketahanan ekonomi diantaranya tidak terdapat pasar dengan bangunan permanen di 79 desa dan angkutan umum di 66 desa dari total 121 desa di 'Bumi Saraba Kawa' ini.
Indikator sosial diantaranya belum terpenuhi ketersediaan tenaga kesehatan di 62 desa dan akses internet warga di 35 desa,
Selanjutnya proyeksi desa mandiri tahun 2023 ungkap Erwan sebanyak 11 desa potensial untuk capaian mandiri berdasarkan skor IDM 2022.
Masing-masing Desa Burum, Desa Tanta Hulu, Desa Pugaan, Desa Pampanan, Desa Sungai Rukam II, Desa Sungai Rukam, Desa Mangkusip, Desa Masingai, Desa Usih, Desa Solan dan Desa Wirang.
Sedangkan desa tertinggal di Kabupaten Tabalong yakni Desa Salikung dan Desa Dambung Raya perlu dilakukan sinergitas dan kolaborasi para pihak agar bisa berkembang menjadi desa maju.
Sementara itu untuk tahun anggaran 2023 DPMD Kabupaten Tabalong mendapat alokasi Rp14,4 miliar dari APBD induk untuk mendukung empat program kegiatan dan 27 sub kegiatan.
Empat program yang akan dijalankan di tahun 2023 ini diantaranya penataan desa, peningkatan kerjasama desa, administrasi pemerintahan desa, dan pemberdayaan lembaga kemasyarakatan, lembaga adat dan masyarakat hukum adat.
Alokasi anggaran terbesar untuk program penataan desa dengan sub kegiatan fasilitasi tata wilayah desa, dan fasilitasi sarana serta prasarana desa.
