Alhamdulilah kami bersyukur program vaksinasi di Banjarbaru berjalan cepat dengan capaian tertinggi sampai hari ini untuk tingkat provinsi,
Banjarbaru (ANTARA) - Vaksin dosis lengkap atau suntikan kedua di Kota Banjarbaru menjadi yang tertinggi di Kalimantan Selatan dengan capaian di angka 85 persen dari populasi 253.442 jiwa berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI pertanggal 25 Maret 2022.

"Alhamdulilah kami bersyukur program vaksinasi di Banjarbaru berjalan cepat dengan capaian tertinggi sampai hari ini untuk tingkat provinsi," kata Kapolres Banjarbaru AKBP Nur Khamid.

Selain suntikan dosis kedua 166.425 orang atau 85 persen, penerima dosis pertama juga sudah tembus di angka 98 persen alias 191.415 orang dari total sasaran 195.115 jiwa.

Khamid menyatakan capaian yang bagus tersebut tak lantas membuat pihaknya berpuas diri. Apalagi Presiden Joko Widodo ingin target 100 persen minimal dosis pertama bisa terpenuhi, di samping vaksinasi lengkap juga wajib dicapai maksimal.

Sebagaimana instruksi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo agar seluruh Polda dan Polres dapat bergerak cepat menuntaskan vaksinasi 100 persen sesuai target di wilayahnya masing-masing, Khamid menyebut pihaknya terus meningkatkan akselerasi pelayanan vaksin.

Salah satu caranya rutin menggelar razia pemeriksaan kartu vaksin di Polres dan Polsek jajaran bagi pengendara yang melintas. Kemudian membuka gerai vaksin Presisi secara berpindah-pindah menyasar wilayah yang menurut laporan Bhabinkamtibmas masih banyak warga binaannya belum menerima vaksin.
Pelaksanaan vaksinasi di Polres Banjarbaru. (ANTARA/Firman)


Khamid mengungkapkan pula masih ada target yang perlu dikejar yaitu vaksinasi terhadap lansia terutama dosis kedua. Dari sasaran 13.639 jiwa, saat ini dosis kedua baru 8.119 atau 59,53 persen. Sementara capaian dosis pertama sudah 10.803 orang atau 79,21 persen.

"Seiring melandainya kasus penularan COVID-19 yang kini tersisa 38 pasien dalam perawatan dan tingginya capaian vaksinasi, kami berharap ekonomi masyarakat terus bangkit namun tetap wajib disiplin prokes dalam beraktivitas," katanya.

Pewarta: Firman
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026