Martapura, (Antranews Kalsel) - Dalam rangka menyambut Peringatan Milad-nya yang ke-511, Lembaga Adat dan Kerukunan Kesultanan Banjar (LAKKB) kembali menggelar pameran keris/tosan aji serta batu permata sebagai wujud pelestarian budaya Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura, Selasa (27/10).
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Sultan Khairul Saleh, Penjabat Bupati Banjar Rachmadi Kurdi beserta Dewan Mahkota Pangeran H Rusdi Effendi ini mendapat apresiasi besar dari masyarakat.
Pasalnya sebagian besar perekonomian yang ada di Martapura khususnya dihasilkan dari para pengrajin keris serta batu-batu permata.
Dalam sambutannya Penjabat Bupati Banjar mengatakan bahwa dengan diadakannya pameran keris dan batu permata ini diharapkan dapat melestarikan seni dan budaya sebagai salah satu khasanah budaya bangsa.
"Pameran juga diharapkan mampu mengundang perhatian luas dari seluruh kalangan masyarakat terutama pecinta keris/tosan aji beserta batu permata yang tersebar di seluruh Indonesia maupun dunia internasional," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan pameran ini juga sangat berperan dalam upaya memajukan potensi batu akik dan Batu Red Borneo yang menjadi potensi Kabupaten Banjar baik dari sisi ilmu pengetahuan, bisnis dan konservasi.
"Semoga kegiatan ini dapat mengangkat potensi batu akik dan Red Borneo yang berkualitas agar menjadi produk unggulan ekonomi kreatif yang mendunia dan mengangkat perekonomian pendapatan para pengrajin, penjual maupun para kolektornya," tambahnya.
Dalam kesempatannya tsb, Sultan Banjar H Khairul Saleh juga mengatakan bahwa Kesultanan Banjar mengadakan kegiatan ini untuk lebih meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap keris dan batu permata sebagai budaya nenek moyang yang patut di lestarikan.
"Seperti kita ketahui bersama, Kota Martapura dari zaman dahulu kala sampai sekarang, sudah terkenal sebagai sentra batu permata. Hal ini harus kita pertahankan, dan saat ini, keberadaan fenomena Batu Akik dan Red Borneo, diharapkan menjadi bola salju untuk peningkatan ekonomi lokal masyarakat, terutama batu yang menjadi identitas daerah, sehingga dapat menjadi wahana untuk pengembangan ekonomi kerakyatan," jelasnya. (hevrin)
