Apalagi di Desa Kaladan Kabupaten Tapin, Kalsel yang berdekatan atau tetangga Batola merupakan tempat persinggahan tongkang/kapal pengangkut batu bara
Banjarmasin (ANTARA) - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan mengharapkan  pemerintah provinsi (Pemprov) setempat turn tangan mengawasi lalu-lalang orang asing di wilayah mereka.

"Harapan itu mereka (Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Batola) saat kami melakukan monitoring ke kabupaten tersebut tentang penanganan COVID-19," ujar Sekretaris Komisi I DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Suripno Sumas di Banjarmasin, Jumat.

"Mereka mengaku tidak mampu melakukan pengawasan lalu-lalangnya orang asing di wilayah Batola tersebut," kutip alumnus Universitas Lambung Mangkurat (ULM d/h Unlam) Banjarmasin itu menjawab Antara Kalsel.

Sementara daerah pertanian pasang surut Batola yang merupakan lintasan Sungai Barito serta pantai selatannya berbatasan Laut Jawa (Laut Indonesia) tersebut selama ini pula tempat lalu-lalang kapal asing mengangkut batu bara.

"Apalagi di Desa Kaladan Kabupaten Tapin, Kalsel yang berdekatan atau tetangga Batola merupakan tempat persinggahan tongkang/kapal pengangkut batu bara," kutipnya.

"Karena sekitar Desa Kaladan terdapat warung 'jablai' yang cukup menarik kaum pekerja, termasuk anak buah kapal (ABK)," lanjut pensiunan PNS yang bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa itu mengutip keterangan dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Batola.

Oleh sebab itu pula, mereka khawatir dengan tanpa pengawasan yang ketat terhadap lalu-lalang orang asing akan mempersulit memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19 di "Bumi Salidah" Batola.

Salidah motto daerah Batola yang pengertiannya harus dengan kebersamaan  membangun daerah yang penduduknya majemuk, pemekaran dari Kabupaten Banjar, Kalsel dan menjadi penerima program transmigrasi.

Wakil rakyat asal daerah pemilihan (dapil) Kalsel I/Kota Banjarmasin itu menambahkan, bahwa Komisinya mengapresiasi pemerintah kabupaten (Pemkab) atau Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Batola yang cepat tanggap terhadap virus yang membahayakan tersebut.

Sebagai salah satu contoh hampir semua desa di Batola mendirikan Posko COVID-19 seperti halnya wilayah Kecamatan Anjir Pasar yang berbatasan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) dan juga merupakan lintas jalan Trans Kalimantan poros Selatan Kalsel.

"Selain melakukan pengawasan lalulintas orang terkait COVID-19 pada jalan raya perbatasan Kalsel dan Kalteng, juga terhadap mereka yang lewat sungai atau anjir (terusan)," demikian Suripno Sumas, anggota DPRD Kalsel dua periode itu.
 

Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026