Salah seorang kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Zaini Shofari gagal meraih kursi nomor satu di kepengurusan organisasi mahasiswa islam tersebut.

Sekretaris Jenderal PB PMII masa khidmat 2008-2010 itu kalah bersaing dengan tiga kandidat lainnya pada pemilihan tahap pertama dengan hanya mengumpulkan dukungan 27 pengurus cabang PMII.

Koordinator Opini dan Publikasi Forum Aliansi Pendukung Sahabat Zaini Shofari, Ali Ramadhan di Banjarbaru, Kamis mengatakan, pihaknya dapat menerima kegagalan kandidat yang dicalonkannya.

"Tim pemenangan Zaini Shofari sudah berupaya maksimal tetapi hasilnya masih belum sesuai harapan dan kami bisa menerima kegagalan ini dengan harapan bisa lebih baik di masa mendatang," ujarnya.

Proses pemilihan calon Ketum PB PMII yang dilaksanakan di aula Jeddah Asrama Haji Banjarmasin dilakukan dalam dua tahap dimana tahap pertama maju bersaing delapan kandidat memperebutkan 222 dukungan pengurus cabang.

Pada pemilihan pertama yang dilakukan melalui sistem voting, delapan kandidat mendapat dukungan seluruh pengurus cabang yakni Adien Jauharudin yang mengungguli kandidat lain dengan 66 suara.

Kemudian, Mahbub Zaky 47 suara, Dwi Ariza 44 suara, Zaini Shofari 27 suara, Affif 20 suara, Khusen Yusuf 16 suara, Fauzan dan Jayadi Kusuma masing-masing mendapat satu suara.

Memasuki pemilihan tahap pertama hanya tiga kandidat yang meraih dukungan suara tertinggi yang maju sehingga hanya Adien Jauharudin, mahbub Zaky dan Dwi Ariza yang bersaing.

Hasil pemilihan 221 pengurus cabang minus pengurus cabang Sleman yang tidak hadir akhirnya menghasilkan dukungan 90 suara kepada Adien Jauharudin, 81 suara untuk Mahbub Zaky dan 50 suara untuk Dwi Ariza.

Otomatis dengan keberhasilan mengumpulkan dukungan suara terbanyak itu, Adien Jauharudin yang sebelumnya menjabat Ketua PB PMII bidang pengkaderan memimpin PB PMII masa khidmat 2011-2013. yos


Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026