Oleh Imam Hanafi
Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Kalangan DPRD Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, menyoroti pengelolaan Pasar Limbur Raya yang belum digunakan secara maksimal, khususnya pada lantai tiga yang sampai sekarang masih kosong, belum ada aktivitas jual beli.
"Bangunan pasar yang menghabiskan APBD miliaran rupiah terlihat belum semua toko atau bedakan dimanfaatkan secara maksimal, sehingga terkesan mubazir," kata Ketua Komisi III DPRD Kotabaru H Rusli Erfa, di Kotabaru, Jumat.
Padahal, ujar Rusli, semua ruangan di dalam pasar bisa digunakan untuk berjualan oleh para pedagang. Sementara masih ada pedagang yang terpaksa berjualan di luar pasar.
Ia menegaskan, saat ini hanya lantai satu, dan dua yang digunakan, yakni, lantai satu untuk berjualan pakaian, dan lantai dua lokasi berjualan emas.
Menurut dia, puluhan toko yang berderet di lantai tiga lebih dari setahun tidak digunakan, padahal tempat tersebut bisa digunakan oleh para pedagang.
Rusli meminta kepada kantor Pasar agar menata, dan mengelola terutama pada lantai tiga supaya tidak ada lagi ruang kosong.
"Kalau semua tempat bisa digunakan secara maksimal, dipastikan Pasar Limbur Raya akan ramai dipadati pengunjung, dan pendapatan asli daerah (PAD) pun akan meningkat," imbuhnya.
Sesudah melakukan penataan, diharapkan untuk kantor Pasar agar mensosialisasikan kepada masyarakat Kotabaru dengan cara memasang poster atau baliho di tempat umum.
Agar masyarakat lebih tertarik untuk berkunjung ke pasar, karena segala kebutuhan disitu lebih lengkap.
Sementara itu, Pasar Limbur Raya yang dibangun dengan tiga lantai yang menghabiskan dana puluhan miliar rupiah itu memiliki sekitar 300 toko untuk pedagang yang bermacam-macam.
