Banjarmasin (ANTARA) - Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan membahas strategi memajukan pasar rakyat dengan mengundang Perumda Pasar kota setempat.
Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Faisal Hariyadi di Banjarmasin, Jumat, mengungkapkan makin lesunya perdagangan di pasar rakyat memetik perhatian pihaknya untuk merumuskan strategi ke depan dengan Perumda Pasar.
"Kami ingin mengetahui apa saja strategi dan inovasi Perumda Pasar untuk memajukan pasar rakyat," ujarnya.
Sebagai badan usaha milik daerah yang mengelola puluhan pasar rakyat, kata Faisal, Perumda Pasar harus memiliki langkah cepat agar pasar rakyat dapat bersaing dengan pasar modern.
"Sebab penurunan penjualan pedagang di pasar rakyat semakin terasa," ucapnya.
Bahkan informasinya, ada beberapa pasar rakyat yang merupakan aset pemerintah kota mulai kurang aktif lagi, sebab sepinya pengunjung.
Dinyatakan Faisal, dengan fakta di lapangan seperti itu, Perumda Pasar harus berinovasi, utamanya membuat pasar lebih menarik untuk dikunjungi.
Selain itu, kata Faisal, perlu diintensifkan pelatihan agar pedagang bisa menguasai pasar digital atau daring.
Menurut dia, strategi ini penting dibahas, karena dengan majunya pasar rakyat memacu ekonomi daerah, demikian juga kesejahteraan pedagang. Ini berimbas juga dengan pendapatan daerah.
"Kita setuju dengan revitalisasi pasar dan upaya memperbaiki sarana dan fasilitasnya, namun tentunya memiliki potensi besar untuk kemajuan perekonomian daerah," katanya.
Direktur Utama Perumda Pasar Banjarmasin Muhammad Abdan Syakura menyampaikan, upaya untuk memajukan pasar rakyat terus dilakukan dengan berbagai inovasi dan perbaikan kondisi pasar.
Sebagai Perumda yang baru aktif setahun ini, kata dia, langkah yang dilakukan pihaknya saat ini meningkatkan kualitas SDM dan manajemen, demikian juga secara bertahap memajukan aktifitas pasar rakyat.
Sejauh ini, ungkap Abdan, Perumda Pasar sudah mampu mengumpulkan pendapatan sekitar Rp8 miliar, utamanya dari sewa toko dan lapak oleh pedagang.
"Pedagang perlu mulai melek teknologi agar bisa bersaing, terutama dengan semakin kuatnya pasar modern dan platform belanja daring. Langkah ini juga didukung peraturan pasar yang memungkinkan pedagang pasar rakyat memasarkan dagangan secara online," ujarnya.
