Oleh Yose Rizal

Banjarbaru,  (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan siap mengembangkan kaolin menjadi bahan baku kerajinan berupa keramik yang dapat dijadikan produk khas kota setempat.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Banjarbaru M Fachruddin, Jumat mengatakan, potensi koalin di Banjarbaru terletak di Kecamatan Cempaka cukup besar sehingga bisa dikembangkan.

"Cadangan kaolin di Kecamatan Cempaka cukup besar sehingga kami berencana mengembangkannya menjadi sentra kerajinan keramik dan bahan kerajinan lain yang bisa dijadikan ciri khas Banjarbaru," ujarnya.

Ia mengatakan, kualitas koalin dari kecamatan yang terletak di sebelah selatan Kota Banjarbaru itu cukup bagus sehingga bisa diolah menjadi barang kerajinan tangan yang bernilai jual tinggi.

Menurut dia, barang kerajinan berbahan kaolin bisa dijadikan berbagai bentuk seperti cangkir, mangkuk, piring maupun teko atau tempat air yang bisa dijadikan souvenir atau buah tangan.

"Barang kerajinan olahan tangan berbahan kaolin itu bisa diberi label produk Banjarbaru sehingga siapa pun yang berkunjung bisa mendapatkan kerajinan khas yang berasal dari kaolin," ungkapnya.

Dikatakan, pengembangan potensi kaolin dilakukan dengan mendatangkan pengajar yang ahli mengolah kaolin menjadi berbagai produk kerajinan tangan sehingga siap dijual dengan harga yang bervariasi.

Selama ini, kata dia, pengembangan kaolin sudah dilakukan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kota Banjarbaru yang mendatangkan pengajar dari Jawa dan mengajari siswa mengolah keramik berbahan kaolin.

"Hasilnya cukup bagus tetapi pengembangan produk masih di lingkungan sekolah sehingga kami merencanakan mendatangkan ahli pengolah kaolin yang bisa mengajari pembuatan produk yang lebih besar," ujarnya.

Pihaknya sudah meminta petunjuk dari Wali Kota Ruzaidin Noor mengenai rencana pengembangan kaolin dan mendapat dukungan penuh sehingga mengupayakan agar program pengembangan bisa dilaksanakan pada 2013.

"Wali kota mendukung dan meminta pengembangannya berwawasan lingkungan dan jangan sampai menjadikan pusat potensi kaolin menjadi kawasan yang rusak karena tanahnya diambil dan diolah," katanya.

Kaolin merupakan masa batuan yang tersusun dari material lempung dengan kandungan besi yang rendah, dan umumnya berwarna putih atau agak keputihan dengan komposisi hidrous alumunium silikat yang disertai mineral.

Proses pembentukan kaolin (kaolinisasi) dapat terjadi melalui proses pelapukan dan proses hidrotermal alterasi pada batuan beku felspartik.

Potensi dan cadangan kaolin yang besar di Indonesia terdapat di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Pulau Bangka dan Belitung, serta potensi lainnya tersebar di Pulau Sumatera, Pulau Jawa, dan Sulawesi Utara.






Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026