Martapura, (Antaranews Kalsel) - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Nasrun Syah meminta agar jangan sampai ada penimbunan beras terutama beras varietas lokal Unus menjelang bulan Ramadan.
"Kami meminta jangan sampai ada oknum yang menimbun beras terutama beras Unus menjelang Ramadan dan jika ditemukan ada penimbunan maka ditindak sesuai aturan dan ketentuan," ujarnya di Martapura, Rabu.
Beras unus merupakan beras khas yang digemari masyarakat Banjar, Kalsel dengan bentuk yang tidak pulen dan banyak ditanam di sejumlah kawasan pertanian tadah hujan termasuk di beberapa kawasan di Kabupaten Banjar.
Ia mengatakan, persediaan beras terutama beras jenis Unus yang merupakan beras hasil produksi pertanian di sejumlah wilayah Kalsel dipastikan mengalami kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan nasional tersebut.
Oleh karena itu, menyikapi kemungkinan kenaikan harga makanan pokok masyarakat Kalsel itu pihaknya akan melakukan pemantauan baik ketersediaan maupun pergerakan harga menjelang maupun selama ramadan.
"Kami sudah menginstruksikan Disperindag dan instansi terkait lainnya memantau ketersediaan dan pergerakan harga beras Unus dipasaran sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkannya," ungkap dia.
Disisi lain, ia mengimbau masyarakat bisa merubah ketergantungan mengonsumsi nasi untuk memasok energi dalam tubuh dengan bahan makanan lain yang juga memiliki sumber energi dan kecukupan gizi.
Disebutkan, makanan pengganti nasi yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan makanan diantaranya ubi, jagung dan buah-buahan seperti pisang yang mengandung karbohidrat sehingga bisa menjadi sumber energi bagi tubuh.
"Sudah saatnya mengganti makanan pokok berupa nasi ke makanan lain yang juga mengandung karbohidrat tinggi termasuk buah-buahan sehingga tidak hanya tergantung dari beras yang diolah menjadi nasi," imbaunya.
Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Banjar Fahruraji mengatakan, beras unus yang berasal dari kawasan pertanian di Kabupaten Banjar dikirim distributor ke pulau Jawa sebagai bahan dasar pembuatan bihun.
"Hal itu yang menjadi salah satu penyebab naiknya harga beras Unus disamping permintaan banyak menjelang ramadan sementara persediaan berkurang karena belum memasuki masa panen," katanya.
Sementara itu, laporan Disperindag Kabupaten Banjar menyebutkan harga beras Unus di tingkat pedagang besar maupun eceran masih normal di kisaran Rp7.000 hingga Rp8.500 per liter.
