Banjarmasin (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin berhasil mengamankan enam orang wanita yang diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) dan dua orang waria saat menggelar razia penyakit masyarkat di kota setempat.
"Mereka semua kami amankan saat sedang berdiri di pinggir jalan dan mencari lelaki hidung belang untuk menawarkan cinta satu malam," kata Danton 1 Satpol PP Kota Banjarmasin, Rizkan di Banjarmasin, Jumat.
Dikatakannya, razia kali ini dilakukan dengan cara hunting menggunakan sepeda motor agar lebih mudah menjaring para PSK jalanan itu.
Dalam kegiatan itu, petugas ada mengamankan satu orang PSK difabel di kawasan Pasar Sudimampir, Kecamatan Banjarmasin Tengah.
"PSK Difabel itu masih berumur belasan tahun, dia sempat berontak tapi tetap kami bawa untuk dilakukan pendataan dan pembinaan," tuturnya.
Difabel adalah suatu ketidakmampuan tubuh dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan tertentu sebagaimana orang normal.
Terus dikatakannya, kegiatan cipta kondisi dari penyakit masyarakat itu dilakukan di beberapa tempat di antaranya Pasar Harum Manis, Jalan Pangeran Samudera, Jalan Lambung Mangkurat, Taman Kamboja dan sekitar Masjid Raya Sabilal Muhtadin.
"Kegiatan kami ini keliatannya sudah bocor, karena ada satu wanita yang lepas saat mau kami amankan dan kemungkinan dia telah menghubungi teman lainnya," tuturnya.
Namun, ucap Rizkan, razia penyakit masyarakat seperti ini akan terus dilakukan secara rutin demi menegakan Peraturan Daerah Kota Banjarmasin.
Semua wanita PSK dan dua orang waria yang terjaring dalam kegiatan itu langsung di antar ke rumah singgah milik Dinas Sosial Kota Banjarmasin yang berlokasi di Jalan Gubernur Subarjo, Banjarmasin Selatan.
"Razia yang kami lakukan itu dan berhasil menjaring enam orang wanita diduga PSK serta dua orang waria itu dilakukan pada Jumat dini hari," tuturnya kepada awak media.
Satpol PP Banjarmasin amankan enam PSK dan dua waria
Jumat, 9 Agustus 2019 20:40 WIB