Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan mendukung program Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kota setempat terkait penanganan stunting hingga pengentasan kemiskinan.

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman di Banjarmasin, Selasa, menyampaikan, program BAZNAS Kota Banjarmasin ikut menangani kasus stunting harus didukung maksimal.

Baca juga: Wali Kota Banjarmasin ajak seniman dukung pembangunan kota

Karenanya, kata dia, dihimbau para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta jajaran aparatur sipil negara dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menyalurkan zakat, infaq dan shodaqoh ke BAZNAS Kota Banjarmasin.

"Ini sebagai dukungan kita untuk menyukseskan program-program BAZNAS yang langsung menyentuh ke masyarakat, seperti pengentasan kemiskinan, stunting, juga perbaikan infrastruktur, bedah rumah kepada masyarakat kurang mampu," ujarnya.

Ikhsan menyampaikan sangat mengapresiasi kegiatan Layanan Pembayaran Zakat bagi Kepala SKPD, Forkopimda, BUMN dan BUMD Kota Banjarmasin di bulan Ramadhan 1446 H atau 2025 M dengan tajuk "Cahaya Zakat Keajaiban Muzaki dan Mustahik" di Aula Kayuh Baimbai Balaikota Banjarmasin, hari ini.

"Ini kan setiap tahun kita laksanakan. jadi para pimpinan SKPD, di luar dari SKPD juga bisa menyalurkan kewajiban, kewajiban di garis bawahi, kewajiban zakatnya melalui BAZNAS Kota Banjarmasin," ucap Ikhsan.

Dikatakan dia, dengan membayar zakat, selain menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim, tetapi juga turut berkontribusi dalam membangun kesejahteraan umat, memperkuat rasa kepedulian sosial dan menghadirkan keberkahan bagi masyarakat.

Baca juga: Pemkot Banjarmasin gaet Poliban pada ajang Pemuda Pelopor 2025

"Ini saya pikir sangat sesuai, dimana penyaluran zakat kita bisa dimanfaatkan sedemikian rupa secara maksimal untuk Kota Banjarmasin. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat untuk disalurkan ke orang-orang yang sangat memerlukan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Banjarmasin, H Riduan Masykur menyampaikan, dalam program ini pihaknya menargetkan pengumpulan Zakat, Infaq serta Sedekah (ZIS) sebesar Rp5 miliar hingga Rp10 miliar di tahun ini.

"Ya diharapkan minimal Rp5 sampai Rp10 miliar, maka saya pikir ini menjadi sebuah lompatan untuk program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) hingga penanganan stunting dan lainnya lebih maksimal lagi," ujarnya.

Untuk program penanganan stunting, BAZNAS Kota Banjarmasin memberikan bantuan bagi puluhan ibu hamil dari keluarga pra sejahtera berupa asupan makanan bergizi selama enam bulan hingga melahirkan.

Bahkan saat melahirkan diberikan bantuan dana persalinan sebesar Rp1,5 juta per orang pada 2024.

Selain itu, BAZNAS Kota Banjarmasin melalui pengumpulan zakat, infaq dan shodaqoh sebagaimana yang dikumpulkan hari ini di lingkungan Pemkot Banjarmasin, juga memberikan bantuan modal usaha, bantuan untuk Lansia, bantuan langsung tunai untuk fakir dan miskin dan banyak lagi.

"Oleh karna itu mudah-mudahan di era Wali Kota pak H M Yamin HR ini sesuai apa yang kita harapkan. Terus zakat masuknya semakin banyak agar apa yang kita programkan bisa terselesaikan," demikian katanya.

Baca juga: Pemkot Banjarmasin adakan Rembuk Stunting 2025

Pewarta: Sukarli

Editor : Gunawan Wibisono


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025