Banjarmasin (ANTARA) - Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Supian HK menilai penerbangan internasional Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kota Banjarbaru, berpeluang menarik investor ke Banua.

"Kita berharap dengan pembukaan rute penerbangan internasional dari maupun ke Bandara Syamsudin Noor dapat membuka lebar peluang investasi di Kalsel," ujar Supian HK  usai memimpin rapat Komisi III DPRD Kalsel bersama pihak General Manager Bandara Syamsudin Noor dan Dinas Perhubungan (Dishub) di Banjarmasin, Rabu.

Baca juga: Kalsel dan Kemenhub bahas perpanjangan landasan Bandara Syamsudin Noor
 
Supian pun mengharapkan rute penerbangan internasional Bandara Syamsudin Noor tidak hanya dari atau ke Malaysia, namun memperluas penerbangan ke negara lain.
 
Saat rapat Komisi III DPRD Kalsel bersama pihak General Manager Bandara Syamsudin Noor dan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalsel, Supian mengapresiasi status internasional yang kembali disandang Bandar Syamsudin Noor.

"Kami tentunya berbangga dan mengapresiasi persiapan yang dilakukan penerbangan perdana yang rencananya 20 Oktober 2025 rute BDJ-KUL (Banjarmasin-Kuala Lumpur). Kita juga memberi masukkan berkenaan dengan pelayanan sampai kebersihan," ujar Supian.

Diketahui, Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum, dan Politik Provinsi Kalsel Adi Santoso, Asisten Administrasi Umum Provinsi Kalsel H. Ahmad Bagiawan dan Tenaga Ahli Gubernur Tasriq Usman menerima manajemen Maskapai Penerbangan AirAsia pada beberapa waktu lalu.

Manajemen AirAsia beraudiensi dengan jajaran pejabat Pemprov Kalsel guna melakukan penjajakan atau studi kelayakan mengenai rencana membuka rute penerbangan langsung (direct) Banjarmasin-Kuala Lumpur-Kuching.

Baca juga: Lanud Sjamsudin Noor simulasikan tangani ancaman bom di pesawat

General Manager PT Angkasa Pura Khairul Assidiqi menuturkan Kalsel yang secara portofolio pernah melakukan rute penerbangan internasional dan terdapat konektivitas cukup besar warga Kalsel di luar negeri, seperti Arab Saudi dan Australia.

Sementara itu, Manager Network Planning Malaysia AirAsia Denis Jinol menyampaikan berdasarkan data terdapat ada peluang dilakukan penerbangan terjadwal antara Kuala Lumpur dan Kuching Malaysia dengan Banjarmasin.

Ada peluang keberlangsungan rencana, terlebih diketahui data kunjungan wisatawan yang sangat besar pada saat menghadiri haul Guru Sekumpul setiap tahunnya.

“Tapi kami masih dalam penilaian,” ujar Denis Jinol.

Head of Network Airport Authority menambahkan tujuan kedatangan tim untuk kelayakan studi (study marketing) untuk rencana membuka rute penerbangan pihak dari Malaysia ke Banjarmasin, Kalsel.

Untuk keperluan itu, pihaknya memerlukan informasi dari Pemerintah Provinsi Kalsel sebagai bahan pertimbangan dan mengukur kelayakan rencana dimaksud.

Denis dan Erwin turut hadir pada pertemuan tersebut bersama Eva Hew (Executif Marketing AirAsia), Gusti Made (Air Side Operation Dept. Head PT Angkasa Pura), Ari Nur (Pgs Aeronautika Dept. Head PT Angkasa Pura).

Baca juga: Bandara Syamsudin Noor kembali sandang status bandara internasional

 

Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Taufik Ridwan

COPYRIGHT © ANTARA 2026