Menjadi seorang guru bukan sekedar memberikan pembelajaran di sekolah namun bisa menumbuhkan motivasi anak didik untuk berpikir kritis.

Dengan berpikir kritis dan punya kemauan untuk menemukan pemecahan masalah tentunya siswa akan lebih mudah menguasai dan mempelajari ilmu pengetahuan maupun sains.

Baca juga: Adaro Nyalakan Ilmu ciptakan guru PAUD berkarakter

Tatik Widyastuti adalah salah satu guru SD Negeri 2 Pembataan Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan yang mencoba menumbuhkan motivasi siswa untuk menyukai sains dan mau berpikir kritis.

"Saya tidak ingin siswa dijadikan robot namun harus dimotivasi untuk punya kemauan dalam memecahkan suatu masalah di bidang sains," ungkap alumni PGSD ULM ini.

Tatik menjadi salah satu penerima manfaat (Beneficiaries) program pelatihan metode pembelajaran inkuiri yang diinisiasi Yayasan Adaro Bangun Negeri sejak 2015 bagi beberapa guru di Kabupaten Tabalong.

Melalui metode ini, Tatik bersama guru lainnya mendapatkan pelatihan rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari, serta menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.

Baca juga: Asa Adaro percepat turunkan stunting di Bantaran Sungai Barito

Selanjutnya, wanita kelahiran Kulon Progo ini menjadi pembina Klub Sains Peneliti Cilik SDN 2 Pembataan dan berhasil membawa peserta didik menjadi finalis Olimpiade Proyek Sains Adaro (OPSA) pada tingkat nasional.

Pada 2015, salah satu peneliti cilik SDN 2 Pembataan meraih predikat terbaik OPSA tingkah regional Kalimantan Selatan/Kalimantan Tengah.

Kemudian, juara harapan 1 OPSA tingkat Regional Kalimantan Selatan/ Kalimantan Tengah serta finalis Olimpiade Sains Kuark Nasional pada 2017 dan 2018.

Guru kelas 6 ini juga aktif menjadi pengurus Komunitas Guru ABCDE dari 2017 hingga sekarang.

Baca juga: Green Leader 9 bentuk "mindfulness habbit" untuk selamatkan lingkungan

Komunitas para guru sains binaan YABN ini menjalankan kelas sains inkuiri, yaitu kelas belajar sains terutama pembelajaran melalui kegiatan eksperimen yang diikuti siswa kelas 1-6.
 
Inisiatif Tatik meningkatkan literasi siswa sekaligus berinovasi dan kreatif juga mendapat dukungan sekolah termasuk kolaborasi dengan tim YABN melalui program "Pagi Ceria".

"Lewat program Pagi Ceria yang dilaksanakan tim YABN siswa belajar mendongeng, membuat naskah panggung dan membaca buku-buku sains di Perpustakaan YABN," ucap Tatik.

Baca juga: Ponpes binaan Adaro pajang produk unggulan di Banua Ekonomi Syariah Expo

Di lingkungan sekolah program literasi berupa pojok baca, menurut Kepala Sekolah SDN 2 Pembataan Herliana juga menjadi salah satu upaya meningkatkan minat baca siswa.

"Semua guru harus aktif melaksanakan program literasi kelas agar minat baca siswa makin tinggi," ungkap Herliana

Pewarta: Herlina Lasmianti

Editor : Taufik Ridwan


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023