Pemerintah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, menetap 126 desa dan sembilan kelurahan sebagai lokasi fokus (lokus) penanganan stunting untuk periode 2024. 

Bupati Tapin HM Arifin Arpan mengatakan penambahan lokus ini untuk menekan angka stunting hingga ke angka nol secara bertahap. 

“Dengan ini jadinya seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Tapin akan merasa terlibat dalam penanganan stunting," ujarnya di Rantau, dilaporkan Minggu. 

Baca juga: TMMD ke-111 di Tapin : Pencegahan stunting penting untuk masa depan negara Indonesia

Saat ini, lokus stunting sudah ada di 75 desa. Dengan gerakan masif dan terukur, menurut hasil SSGI (Studi Status Gizi Indonesia), prevalensi stunting di Tapin mengalami penurunan sebesar 19 persen dari 33,5 persen (2021) menjadi 14,5 persen (2022).

Menindaklanjuti kesepakatan dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tapin tentang ratusan lokus itu, pemerintah bakal menambahkan anggaran penanganan stunting untuk 2024 nanti. 

Menyiapkan proyeksi 2024 itu, kata dia, langkah awal mereka yaitu menyiapkan para tenaga lapangan lewat bimbingan teknis.

“Mudah-mudahan 2024 hasilnya angka stunting di bawah 14 persen atau turun secara terus menerus, “ harapnya.

Sementara itu, Sekretaris TTPS Hj Ahlul Jannah mengatakan dengan ditetapkannya desa lokus ini, akan berpengaruh terhadap upaya menurunkan angka stunting. 

"Penambahan desa lokus stunting ini tentunya memudahkan dalam penurunan percepatan angka stunting di Kabupaten Tapin, “katanya.

Sekilas info, sebagaimana diketahui stunting ini adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Baca juga: Desa mandiri peduli gambut Tapin untuk lestarikan ekosistem
Baca juga: Bangsal jahe dari Kementan bantu petani di Tapin

 

Pewarta: M Fauzi Fadillah

Editor : Mahdani


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023