Calon Bupati atau Cabup Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan H Ahmad Tamzil berpendapat, menambang dalam kawasan Pegunungan Meratus yang berada pada wilayahnya bisa memperparah bencana di kabupaten yang terdiri atas sembilan kecamatan tersebut.

"Sekarang ini saja tanpa penambangan di kawasan Meratus, masyarakat selalu khawatir tentang datanya bahaya banjir, bagaimana kalau ditambang," katanya Rabu.

"Bencana banjir tersebut karena ketidakseimbangan antara penebangan hutan dengan reboisasi atau penghutanan kembali," lanjut mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup HST yang berhasil menggandeng pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat meraih Anugerah Adipura beberapa tahun berturut-turut.

Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) HST itu menerangkan, beberapa kemungkinan bencana bila terjadi penambangan, dan apalagi misalnya sampai mengobok-obok kawasan Meratus di wilayahnya.

Sebagai contoh, dengan penambangan pada kawasan Meratus bisa berdampak terhadap daerah tangkapan air, dimana ketika hujan lebat turun kemungkinan banjir langsung terjadi.

Dampak lain dengan tiadanya daerah tangkapan air, cadangan sumber air baku tidak mencukupi sehingga kemarau sebentar saja sudah kekeringan, yang pada gilirannya sulit untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih/air minum dan keperluan sebagainya.

Begitu pula dengan keterbatasan ketersediaan sumber air baku, bisa membuat Bandungan Batang Alai tidak berfungsi maksimal, dan tidak menutup kemungkinan bangunan yang menghabiskan biaya puluhan miliar rupiah itu menjadi "mubazir" atau sia-sia.

Padahal keberadaan Bendungan Batang Alai tersebut merupakan sarana dan prasarana untuk meningkatkan usaha pertanian di "Bumi Murakata" HST sebagai salah satu upaya menumbuhkembangkan perekonomian daerah serta kerakyatan setempat.

Oleh sebab itu, pasangan calon (Paslon) kami bila terpilih pada Pilkada 2020 yang pencoblosannya 9 Desember mendatang akan tetap mempertahankan kelestarian kawasan Meratus HST atau minimal tidak menambah kerusakan lingkungan, demikian Tamzil.

Paslon Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) HST Tamzil - HM Ilham Efendhy yang melalui jalur perseorangan/independen itu menggunakan slogan "Bersama Kita Bisa" pada Pilkada 2020 dengan nomor urut dua (2).

Kawasan Meratus HST sampai saat ini satu-satunya dari sejumlah kabupaten di Kalsel yang belum ada kegiatan perusahaan pertambangan batu bara, padahal wilayah itu juga menyimpan tambang "emas hitam" tersebut.
 

Pewarta: Syamsuddin Hasan

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2020