Beberapa minggu terahir, warga Desa Sari Gadung Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

"Sudah hampir satu bulan lebih di daerah kami tidak ada hujan sehingga beberapa sumur yang ada di desa kami mulai mengering," kata salah satu warga Desa Sari Gadung Kecamatan Simpang Empat, Diba Hasanah, di Batulicin, Selasa.

Dia mengatakan, selama ini pihaknya hanya mengandalkan air bersih dari sumur yang ada di rumahnya, namun sudah hampir satu minggu lebih debit air mulai berkurang sehingga tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Air Sungai Martapura mulai asin

Bahkan kondisi tersebut diperparah karena kondisi sumber air di sumur tersebut mulai mengeruh dan berbau seperti air comberan.

Sementara waktu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti masak, cuci baju dan mandi pihaknya lebih memilih membeli air dari perdagang dadakan yang mengunakan tong ukuran 1200 liter dari Kecamatan Batulicin.

Baca juga: Persoalan air bersih tanggung jawab bersama

"Harga air yang dijual mencapai Rp50-60 ribu/tong ukuran 1200 liter, dan air tersebut cukup digunakan selama empat sampai lima hari untuk keluarga kami," katanya.

Pihaknya mengharapakan, agar hal seperti ini mendapatkan perhatian pemerintah melalui instansi terkait.

Baca juga: Intrusi air laut mulai masuki Sungai Martapura

Bahkan lanjut Diba, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tanah Bumbu dapat merealisasikan pemasangan istalasi pendistribusian air ke pemukiman warga yang belum menjadi pelanggan PDAM.

"Kami sangat berharap agar PDAM setempat cepat melakukan pemasangan pipa pendistribusian air bersih, sebab dipemukiman rumah kami belum ada," pungkas Diba.

Pewarta: Sujud Mariono

Editor : Gunawan Wibisono


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019