Jumat, 22 September 2017

Pemprov Kalsel Petakan Produk Unggulan Setiap Daerah

id UMKM, kuota BBM 2014, Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Padang Panjang, Sumatera Barat,
Pemprov Kalsel Petakan Produk Unggulan Setiap Daerah
Sektor usaha kecil menengah. (Antara)
Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah sedang memetakan produk unggulan masing-masing kabupaten dan kota sesuai dengan karakteristik dan sumber daya alam masing-masing daerah.


Kadis Koperasi dan UMKM Kalsel Bambang Supriyadi di Banjarmasin, Kamis mengatakan, upaya memetakan produk unggulan masing-masing kabupaten tersebut sangat penting, terutama untuk memudahkan pembinaan dan pengembangan.

Beberapa produk unggulan Kalsel yang kini sudah diakui oleh pemerintah pusat antara lain kerajinan air guci dari Martapura, Kabupaten Banjar, perhiasan Martapura dan tenun dari Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu.

"Khusus kerajinan air guci Martapura memiliki kualitas yang cukup bagus, dan diyakini bisa bersaing dengan produk sejenis yang hanya ada di Thailand," katanya.

Menurut Bambang, produk menyerupai air guci, selama ini dikenal hanya ada di Thailand, ternyata pengrajin Martapura, juga memiliki industri yang serupa, dengan ciri khas yang berbeda.

Produk-produk unggulan tersebut, tambah Bambang, merupakan produk khas Kalsel yang memiliki ciri khusus, sehingga layak menjadi produk unggulan.

Ke depannya, kata dia, pihaknya juga akan mengembangkan jenis produk unggulan tersebut, tidak hanya pada sektor kerajinan, tetapi juga hortikultura, seperti jeruk dari Kabupaten Barito Kuala dan buah naga dari Kabupaten Tanah Laut.

Khusus pengusaha perkebunan buah naga, kata dia, pihaknya telah membentuk koperasi bagi petani, sebagai modal usaha untuk mengembangkan tanamannya.

Menurut Bambang, pihaknya, selalu berusaha mendukung dan memotivasi para pengrajin termasuk sosialisasi dan menambah pengetahuan dibidang yang kini sedang digeluti oleh masing-masing pelaku UMKM.

Upaya tersebut dilakukan, kata dia, dengan harapan akan mampu memberikan nilai tambah, sehingga bisa mengembangkan usahanya dan pada akhirnya akan mampu mengatasi pengangguran yang ada di sekitar daerah tersebut.

Menghadapi perdagangan bebas yang akan dilaksanakan pada 2015, tambah Bambang, pihaknya juga terus berupaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan pengrajin antara lain dengan mengikutkan pangeran.

Melalui pameran, para perajin bisa menyerap ilmu, kelebihan dan kekurangan masing-masing stand yang ikut dalam pameran.

Editor: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2014

Baca Juga