Banjarmasin (ANTARA) - Rakyat Kalimantan Selatan (Kalsel) mengharapkan Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi jika terpilih kembali menjadi Presiden Republik Indonesia agar segera mendorong pengoperasian Bandara Sjamsudin Noor Banjarmasin sebagai bandara internasional, pascapengembangan pembangunannya.

Wakil rakyat Kalsel yang berkedudukan sebagai anggota Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD provinsi tersebut, Surinto ST mengemukakan harapan itu di Banjarmasin, Rabu seiring kedatangan Jokowi.

Anggota Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi perhubungan tersebut menegaskan, pengoperasian Bandara Sjamsudin Noor yang berada di wilayah Kota  Banjarbaru (sekitar 27 kilometer utara Banjarmasin) itu sebagai bandara internasional tepat waktu.

"Kita berharap dengan pengoperasian Bandara Sjamsudin Noor sebagai bandara internasional akan lebih banyak mengundang investor dari luar provinsi untuk bersama-sama membangun Kalsel," tuturnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga mengharapkan perhatian pemerintah pusat terkait pembagunan Jembatan Selat Pulau Laut Kabupaten Kotabaru, Kalsel yang sudah masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

"Pemerintah pusat hendaknya betul-betul komitmen merealisasikan anggaran pembangunan bentang jembatan dari Jembatan Selat Pulau Laut Kotabaru itu," ujarnya menjawab Antara Kalsel.

"Pasalnya sudah Rp385 miliar uang rakyat Kalsel yang keluar untuk membangun Jembatan Selat Pulau Laut Kotabaru yang sejak lama menjadi dambaan," lanjut mantan anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalsel itu.

Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel VI/Kabupaten Kotabaru dan Tanbu itu menambahkan, uang rakyat yang sudah keluar ratusan miliar rupiah tersebut, baik dari pemerintah provinsi (Pemprov) setempat maupun Pemkab Kotabaru dan Tanbu.

"Anggaran dari Pemprov Kalsel itu untuk membangun jembatan pendekat dari sisi timur yaitu Tanjung Serdang Pulau Laut Kotabaru dan sebelah barat di Batulicin (sekitar 260 kilometer timur Banjarmasin), ibu kota Tanbu," tuturnya.

"Oleh karenanya, jika pemerintah pusat tidak memberikan bantuan, maka dikhawatirkan jembatan pendekat yang sudah terbangun untuk Jembatan Selat Pulau Laut Kotabaru tersebut bisa menjadi sia-sia," demikian Surinto.

Perencanaan semula pembiayaan pembangunan Jembatan Selat Pulau Laut Kotabaru itu sekitar Rp3,5 triliun, dengan sistem sharing, yaitu dari Pemprov Kalsel Rp500 miliar, kemudian Pemkab Kotabaru dan Tanbu masing-masing Rp250 miliar.

Sedangkan selebihnya/sisa untuk pembangunan jembatan yang sejak lama menjadi dambaan masyarakat setempat atau Kalsel, dan akan menghubungkan Pulau Laut dengan daratan Kalimantan itu mengharapkan bantuan pemerintah pusat.
 

Pewarta: Sukarli
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026