Musibah kebakaran hingga kini masih menjadi momok atau hal menakutkan warga Kota Banjarmasin karena selama semester pertama 2012 kebakaran yang melanda pemukiman mencapai 45 kali.


"Banjarmasin sebagai ibu kota Provinsi Kalsel hingga kini tetap rawan bencana kebakaran," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Kebakaran Kota Banjarmasin Drs Muhamad Hilmi di Banjarmasin, Rabu.

Menurut dia, selama seminggu terakhir saja sudah terhitung delapa kali terjadi kebakaran.

"Musibah kebakaran harus menjadi perhatian, kita semua selalu waspada untuk mencegah sekecil apapun yang bisa menyebabkan kebakaran," katanya.

Dia mengakui, kebakaran sering dan mudah terjadi di Banjarmasin, diantaranya karena tingkat kekumuhan pemukiman yang tinggi serta konstruksi bangunan yang sebagian besar masih terbuat dari kayu.

Apalagi memasuki musim kemarau sekarang musibah kebakaran rawan terjadi sehingga kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan.

"45 kali kebakaran yang tercatat tersebut itu hanyalah yang terhitung tidak termasuk kasus kebakaran yang cepat ditangani masyarakat hingga tidak sempat membesar," tuturnya.

Dia mengharapkan tahun ini musibah kebakaran tidak sama tahun 2011 yang tercatat 97 kali hingga kerugian harta benda tak sedikit.

Salah satu upaya penecegahan, lanjut Hilmi, pihaknya turun untuk melaksanakan penyuluhan khususnya kepada ibu rumah tangga yang sering berada dirumah dan mereka harus bisa cepat tanggap terhadap bahaya kebakaran.

Sekitar 80 petugas ditugaskan melakukan penyuluhan kesetiap kelurahan, namun karena dana sosialisasi minim maka tidak bisa menjangkau 52 kelurahan tetapi diutamakan daerah padat penduduknya.

  Jumlah petugas pemadam kebakaran swadaya masyarakat di Banjarmasi sekitar 7000-an orang dengan armada mobil pemadam kebakaran sebanyak 402 unit termasuk armada yang ada disungai berupa kapal kecil/D/A


Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026