Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pertanian dan Perikanan setempat akan melakukan eliminasi atau pemusnahan anjing liar guna menghindari penyebaran virus rabies yang sering ditularkan oleh anjing.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin Ir Doyo Pudjadi, kepada wartawan, di balaikota Banjarmasin, Selasa mengatakan langkah pemusnahan anjing tersebut diyakini tidak akan melanggar ketentuan hukum yang berlaku.
Sebab, tambahnya, dalam melaksanakan kegiatan pemusnahan tersebut, anjing dipilih dan ditentukan berdasarkan kepemilikan serta potensi kerawanan anjing tersebut bila berkeliaran bebas.
"Kita tetap mengacu pada ketentuan perlindungan hewan, jadi tidak sembarangan, untuk memusnahkan," tuturnya seraya menyebutkan penyebaran virus rabis kini sudah melanda beberapa kabupaten di Kalsel.
Dikatakan Doyo, kendati di Banjarmasin tingkat penyebaran virus rabies hampir tidak terjadi, tetapi langkah antisipasi tersebut masih tetap perlu dilakukan, agar jangan sampai terjadi kasus penularan virus hewan tersebut, apalagi sampai menjangkiti manusia.
Doyo berharap, apa yang akan dilakukan dinas terkait tersebut, tidak sampai memunculkan kekhawatiran pribadi, bagi para pemilik anjing.
Supaya tidak menjadi keresahan dimasyarakat, terlebih ini antisipasi bagi seluruh warga, sebab jika anjing liar dibiarkan mungkin saja terjadi kasus penularan rabies, ucapnya.
Khusus untuk anjing peliharaan yang diduga belum mendapat vaksin anti rabies, akan dilakukan langkah penyuntikan melalui petugas dokter hewan yang ada di instansinya maupun dokter hewan praktek swasta.
Ditambahkan di beberapa kawasan di kota setempat, cukup banyak dijumpai hewan jenis anjing yang diduga tidak ada pemiliknya. Dilihat dari ciri fisik dan perilaku, anjing-anjing tersebut punya kecenderungan memiliki tubuh yang kotor dan cukup liar dan ganas./D/D
Editor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.