Banjarbaru (ANTARA) - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Selatan berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada area seluas 121,6 hektare di Guntung Damar, Banjarbaru, melalui sistem keroyokan sejumlah instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas ESDM Kalsel Endarto di Banjarbaru, Rabu, saat meninjau penanganan karhutla, mengatakan kondisi kebakaran di dalam area tersebut sudah tidak separah sebelumnya, saat ini penanganan dilakukan terhadap titik api di sekitar bagian luar kawasan.
“Untuk di posko kami sesuai pembagian tugas, kami bersama beberapa instansi bertanggung jawab mengendalikan karhutla pada lahan seluas 121,6 hektare,” ujarnya.
Ia menyebutkan pengendalian melalui penanganan terpadu dengan pembagian tugas antarpihak sesuai kondisi lapangan, sehingga setiap titik yang muncul dapat segera ditindaklanjuti melalui pemadaman langsung maupun pembasahan untuk mengurangi potensi api kembali menyala.
Dinas ESDM selaku koordinator penanganan di Guntung Damar melibatkan sejumlah satuan kerja perangkat daerah, antara lain Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Dinas Lingkungan Hidup.
Baca juga: Polda Kalsel dinginkan suhu gambut terbakar capai 400 derajat celsius di area sekitar bandara
“Peran koordinator bukan berarti memerintah seluruh instansi yang terlibat, melainkan mengajak berbagai perangkat daerah bekerja bersama dan membagi tugas sesuai kebutuhan penanganan kebakaran di lapangan,” katanya.
Dia menjelaskan pola penanganan tersebut dilakukan dengan membagi fungsi pemadaman, pembasahan, dan pengamanan, sehingga upaya menjaga kawasan yang masih hijau dapat berjalan bersamaan dengan penanganan titik api yang telah muncul.
Selain unsur pemerintah daerah, penanganan juga diperkuat unsur Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Pangkalan TNI Angkatan Udara Syamsudin Noor yang memberikan dukungan operasi udara dua unit helikopter pengebom air, sesuai kebutuhan di lapangan.
Ia mengatakan titik kebakaran baru yang berada di luar area utama, termasuk yang mengarah ke kawasan dekat jalan aspal, tetap menjadi perhatian karena api dapat berkembang apabila tidak segera ditangani sejak awal kemunculannya.
“Pengendalian juga diarahkan untuk mencegah kawasan yang belum terbakar berubah menjadi titik api baru, termasuk dengan segera memadamkan pembakaran kecil dan membasahi area yang dinilai memiliki risiko terbakar,” ujar Endarto.
Pewarta: Tumpal Andani AritonangEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.