Kepala Administrator Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Kalimantan Selatan Julianus The bakal melakukan pengawalan terhadap masuknya tangker bahan bakar minyak yang memuat 500 ton gas dari Situbondo tujuan Depo Pertamina di Kabupaten Barito Kuala.
"Tentu saja pengawalan tangker akan menjadi prioritas saat masuk alur Barito dibanding yang lainnya," kata Julianus di Banjarmasin, Selasa.
Menurut dia, agar bisa mengamankan masuknya tangker tersebut, pihaknya perlu kepastian jadwal kedatangan tangker minimal tiga hari dan pada saat tangker tersebut masuk alur.
Jadwal tersebut, sangat penting agar pihaknya lebih mudah melakukan koordinasi dengan nahkoda kapal terutama tongkang batu bara yang kini semakin memadati alur Barito.
Menurut dia, dalam setiap tahun arus lalu lintas di alur Barito semakin padat, sehingga kapal-kapal yang fital terutama kapal BBM dan kapal penumpang mendapatkan perhatian serius pihaknya. "Jangan sampai terjadi kecelakaan sebagaimana yanga terjadi beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir," katanya.
Menurut dia, saat ini kondisi alur Barito semakin berbahaya, sehingga perlu ditngkatkan kewaspadaan dan pengaturan keluar masuknya kapal, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Sayangnya, kata dia, masuknya tangker BBM ke Batola saat ini tidak begitu lancar, karena terhambat oleh ketinggian jembatan Barito yang tidak sesuai dengan besarnya kapal tangker.
Ketua tim konversi minyak tanah ke gas Masdariansyah mengatakan, arus lalu lintas di Alur Barito saat ini membuat wilayah perairan tersebut rentan terjadi tabrakan kapal.
"Baru-baru ini kan KM Kumala bertabrakan dengan tongkan batu bara setelah sebelumnya KM Marina juga mengalami nasib yang sama," katanya.
Dengan demikian, kata dia, kedatangan kapal tangker bermuatan gas elpiji tersebut diharapkan dikhawal dengan ketat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Bahkan kata dia, masuknya kapal tangker elpiji tersebut, kata Masdariansyah harus mendapatkan prioritas dibanding masuknya kapal-kapal lainnya./B/ D
