Barabai (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel), menggelar sosialisasi bahaya narkoba bagi warga binaan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Kegiatan tersebut dirangkai dengan apel bersama, tes urine, razia dan penggeledahan blok hunian gabungan, serta pembacaan ikrar untuk menciptakan lingkungan rutan yang bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan penipuan.
"Ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan terhadap warga binaan," kata Ketua Tim Rehabilitasi BNNK Balangan, Arbainsyah di Barabai, Jumat.
Menurut dia, sosialisasi tidak hanya membahas bahaya penyalahgunaan narkoba dan peredarannya, tetapi juga mengingatkan warga binaan terhadap maraknya penggunaan rokok elektrik atau vape.
Baca juga: Rutan Barabai bersama APH razia gabungan temukan silet hingga korek api
“Kami menyampaikan bahaya narkoba, bahaya peredaran narkoba, termasuk vape yang saat ini juga sedang marak,” ujarnya.
Selain edukasi, warga binaan juga diberikan motivasi agar mampu memperbaiki diri setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Kami berharap setelah keluar dari sini mereka bisa menjadi orang baik yang bermanfaat buat dirinya, keluarganya, dan orang banyak, serta tidak lagi melakukan hal-hal yang membuat mereka kembali lagi ke sini,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan turut diingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat, pola pikir positif, serta membangun lingkungan pergaulan yang baik.
Arbainsyah menilai kondisi penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Hulu Sungai Tengah saat ini perlu menjadi perhatian serius masyarakat, terutama para orang tua dan kalangan remaja.
Ia mengakui sebagian besar klien rehabilitasi yang ditangani pihaknya berasal dari wilayah HST.
Baca juga: Rutan Barabai gandeng Polres HST beri penyuluhan hukum bagi warga binaan
“Saat ini Hulu Sungai Tengah memang lumayan parah. Klien atau pasien yang kami tangani kebanyakan berasal dari HST, bahkan Balangan kalah dari kabupaten lain,” ujarnya.
Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalsel menyebut Kabupaten HST menjadi wilayah paling rawan penyalahgunaan narkoba di Kalsel berdasarkan hasil operasi pemberantasan dan pemulihan kampung narkotika.
Karena itu, Arbainsyah mengingatkan remaja dan pemuda agar tidak mudah terpengaruh lingkungan pergaulan negatif maupun ajakan menggunakan narkoba.
“Kalau sudah tahu teman atau lingkungannya membawa ke tempat kehancuran dan menawarkan narkoba, tolong dihindari demi masa depan,” katanya.
Ia juga meminta para orang tua lebih memperhatikan penggunaan handphone pada anak-anak. Menurut dia, saat ini sudah ditemukan anak usia TK hingga SD yang mengalami kecanduan handphone.
“Jangan sampai memberikan kebebasan penggunaan handphone kepada anak-anak. Sudah ada beberapa klien kami dari anak TK dan SD yang kecanduan handphone,” ujarnya.j
Pewarta: Muhammad HidayatullahEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026