Kami telah memaparkan seluruh capaian kinerja tahun 2025 serta rencana strategis tahun 2026,

Banjarmasin (ANTARA) - Di hadapan tim Komisi III DPR RI yang dipimpin Habib Aboe Bakar Al-Habsyi saat kunjungan kerja reses Komisi III DPR di Kalimantan Selatan, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalsel Brigjen Pol Asep Taufik memaparkan kinerja yang semuanya melebihi target sepanjang tahun 2025 lalu.

"Kami telah memaparkan seluruh capaian kinerja tahun 2025 serta rencana strategis tahun 2026," kata  Asep kepada ANTARA di Banjarmasin, Kamis.

Baca juga: Komisi III DPR nilai implementasi KUHAP baru di Kalsel sudah bagus

Asep menyampaikan kinerja yang diapresiasi Komisi III di antaranya bidang pencegahan yang semuanya melebihi target.

Pertama untuk sebaran informasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada masyarakat target 150.000 orang realisasi 168.941 orang atau 112,63 persen.

Kemudian terbentuknya Desa Bersih Narkoba (Bersinar) target 9 desa/kelurahan realisasi sembilan atau 100 persen.

Pelaksanaan deteksi dini (tes urine) target 14.000 orang, realisasi 14.512 atau 103,66 persen.

Pembentukan penggiat P4GN target 250 orang realisasi 261 orang atau 104,40 persen.

Asep menyebut pihaknya tahun ini menargetkan Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) untuk Indeks Kesadaran Sosial (IKS) dengan target 60,24 melalui instrumen sebaran informasi dengan target 100.000 sebaran.

Kemudian target Indeks Kawasan Rawan Narkoba (IKRN) Kelurahan Kertak Hanyar I tahun 2026 1.78 (kategori waspada).

Selanjutnya inovasi di bidang pencegahan yang telah dan akan dilaksanakan di tahun ini antara lain 
Aksi Nasional Anti Narkotika dimulai dari Anak (ANANDA BERSINAR) dengan sejumlah aksi terdiri dari  Integrasi kurikulum anti narkoba dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama, Kampanye kreatif anak dan remaja.

Pembentukan sekolah dan kampanye bersinar, Integrasi Teknologi dan Monitoring Berbasis Data melalui Media Sosial, BNN Baelang, Podcast Mobile dengan narasumber yang kompeten serta Pemilihan Penggiat Anti Narkoba / Duta Anti Narkoba.

Selanjutnya pelaksanaan Tim Asesmen Terpadu meliputi pelaksanaan pemeriksaan medis dan psikososial terhadap tersangka guna mengetahui kondisi kesehatan serta tingkat ketergantungan, dilanjutkan dengan analisis keterlibatan tersangka dalam jaringan
peredaran gelap narkotika.

Hasilnya, dari 67 orang target realisasi 214 orang atau 319,4 persen.

Begitu juga klien rehabilitasi rawat jalan ada 420 orang dari target hanya 255 orang.

Lampauan target juga terlaksana pada program inovasi rehabilitasi keliling dari 50 orang target capaian 61 orang.

"Tahun ini armada mobil Relink Mobile terus dioptimalkan untuk aksi jemput bola, hingga saat ini sudah 17 orang rawat jalan dari target 50 orang," ungkap Asep.

Pada kesempatan itu, Asep juga memaparkan kinerja bidang pemberantasan di 2025 dengan target 16 berkas perkara realisasi 21 berkas perkara alias over prestasi.

Ke depan, Asep berharap Balai Rehabilitasi bisa segera terwujud di Kalsel agar bisa melayani secara optimal para korban pecandu untuk rawat inap tanpa harus ke luar daerah.

Sementara Habib Aboe Bakar mengapresiasi kinerja bagus BNNP Kalsel meski dengan segala keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran namun tetap bisa optimal.

Dia pun berharap korban dari narkoba terus berkurang seiring masifnya upaya pencegahan dan program rehabilitasi.

"Kita meyakini jika tidak ada lagi pecandu maka peredaran narkoba akan hilang dengan sendirinya," tegasnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalsel Brigjen Pol Asep Taufik saat paparan di hadapan tim Komisi III DPR RI. (ANTARA/Firman)


Pewarta: Firman
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026