Barabai (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), bersama mahasiswa KKN UIN Antasari Banjarmasin melakukan aksi penanaman 1.300 bibit pohon di bantaran sungai Desa Kindingan, Kecamatan Hantakan.
"Penanaman ribuan pohon ini merupakan bentuk aksi Hari Bumi 2026, sebagai upaya menjaga kawasan Pegunungan Meratus dari ancaman kerusakan lingkungan," kata Kepala DLH HST H. Mursyidi diwakili Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL) Muhammad Erwandi di Barabai, Kamis.
Kegiatan bertajuk “Sinergi Alam: 1.300 Pohon untuk HST Tetap Hijau dan Asri” itu menjadi langkah nyata restorasi lingkungan di kawasan penyangga Pegunungan Meratus yang selama ini memiliki peran penting menjaga tata air dan keseimbangan ekosistem di Bumi Murakata.
Baca juga: DLH HST libatkan penyuluh KB hingga PKK dorong pengelolaan sampah rumah tangga
Erwandi mengatakan, penanaman pohon tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi harus menjadi gerakan bersama menjaga masa depan lingkungan.
“Ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi investasi lingkungan jangka panjang. Kawasan Meratus harus dijaga karena menjadi penyangga kehidupan masyarakat, terutama sumber air dan benteng alami dari bencana,” ujarnya.
Lebih lanjut, ribuan bibit pohon yang ditanam itu terdiri atas tanaman hutan, tanaman endemik, hingga tanaman produktif seperti mahoni, petai, durian, kasturi, rambai, nangka, lengkeng, kelapa hibrida, kopi dan berbagai jenis tanaman lainnya.
"Pemilihan bibit dilakukan dengan konsep kombinasi ekologis dan ekonomis agar selain memperkuat kawasan hijau, juga memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa," paparnya.
Baca juga: DLH HST bina sekolah Adiwiyata dan calon Adiwiyata 2026
Erwandi menjelaskan, Desa Kindingan dipilih karena berada di kawasan strategis Pegunungan Meratus yang rawan mengalami degradasi lahan, erosi hingga ancaman longsor apabila tidak dijaga secara berkelanjutan.
“Penanaman ini diharapkan mampu meningkatkan serapan karbon, memperkuat daerah resapan air, sekaligus mencegah banjir dan longsor di wilayah hulu,” katanya.
Kegiatan tersebut juga melibatkan pemerintah desa dan masyarakat setempat dalam proses penanaman hingga perawatan pohon pasca-tanam agar keberlanjutan program tetap terjaga.
Sementara itu, mahasiswa KKN UIN Antasari Banjarmasin tidak hanya menjadi relawan penanaman, tetapi juga ikut mengedukasi masyarakat dan generasi muda mengenai pentingnya menjaga lingkungan di tengah ancaman perubahan iklim.
Kolaborasi lintas sektor ini dinilai menjadi contoh nyata bahwa pelestarian lingkungan tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan kalangan akademisi.
"Lewat aksi penghijauan ini, kami harap kawasan Pegunungan Meratus tetap terjaga sebagai paru-paru hijau Kalimantan Selatan sekaligus warisan lingkungan bagi generasi mendatang," harapnya.
Pewarta: Muhammad HidayatullahEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026