Barabai (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), melibatkan penyuluh keluarga berencana (KB) hingga Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga.
"Kegiatan edukasi lewat sosialisasi kali ini mengangkat tema wujudkan keluarga peduli lingkungan untuk masa depan berkelanjutan," kata Kepala DLH HST Mursyidi melalui Sekretaris Ahmad Syafaat di Gedung TP PKK HST, Kamis.
Kegiatan tersebut diikuti penyuluh keluarga berencana (PKB/PLKB) se-Kabupaten HST, perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), dan TP PKK HST.
Pihaknya menghadirkan narasumber akademisi ULM sekaligus praktisi dan pengelola limbah medis dan B3 Fatimah Juhra, yang membawakan materi terkait "kelola sampah dari sumber untuk masa depan generasi lingkungan yang lebih baik."
Baca juga: DLH HST dorong peningkatan pengelolaan limbah B3 bagi fasilitas pelayanan kesehatan
Kemudian, narasumber lainnya Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas (PSLB3PK) DLH HST Muhammad Fadillah yang mengulas berbagai hal terkait pengelolaan sampah di Kabupaten HST.
Ahmad Syafaat mengatakan penyuluh KB memiliki peran strategis, karena berhubungan langsung dengan keluarga dan masyarakat.
“Penyuluh KB adalah ujung tombak yang dekat dengan keluarga dan masyarakat. Karena itu mereka diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah rumah tangga,” ujarnya.
Syafaat menyebut, sebagian besar persoalan sampah di daerah berasal dari rumah tangga, karena itu edukasi dari tingkat keluarga dinilai penting untuk mengurangi volume sampah.
“Sekitar 70 persen sampah bersumber dari rumah tangga. Jika keluarga mampu mengelola sampah dengan baik, maka sebagian besar persoalan sampah daerah juga dapat diatasi,” katanya.
Baca juga: DLH HST tekan penggunaan plastik sekali pakai lewat gerakan "HST No Plastic"
Dalam sosialisasi tersebut, para penyuluh didorong agar dapat mengedukasi masyarakat terkait pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu dari rumah.
"Kami juga mengimbau masyarakat agar dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mulai menerapkan konsep 3R, yakni reduce, reuse, dan recycle," ajaknya.
Selain itu, DLH HST mendorong penguatan peran bank sampah di lingkungan Kampung KB agar sampah tidak hanya dipandang sebagai masalah, tetapi juga memiliki nilai manfaat bisa menjadi rupiah.
Pewarta: Muhammad HidayatullahEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.