Barabai (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel, menggelar sosialisasi pembinaan sekolah Adiwiyata dan calon sekolah Adiwiyata tahun 2026 di Aula Bapperida HST.
"Total ada sebanyak 47 sekolah Adiwiyata dan 18 calon sekolah Adiwiyata yang dilibatkan dalam pembinaan ini," kata Sekretaris DLH HST Ahmad Syafaat di Barabai, Kamis.
Kegiatan tersebut dihadiri Tim Pembina Adiwiyata, kepala sekolah beserta Tim Adiwiyata sekolah Adiwiyata dan calon sekolah Adiwiyata, serta narasumber dari DLH Provinsi Kalsel.
Syafaat menerangkan, program Adiwiyata bukan sekadar lomba untuk mendapatkan penghargaan, melainkan sebuah gerakan sistematis untuk menciptakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan hidup.
Baca juga: DLHP HST bina puluhan Sekolah Adiwiyata dan Calon Adiwiyata 2025
"Tahun 2026 ini menjadi momentum penting bagi kita untuk kembali memperkuat komitmen, memastikan sekolah tidak hanya hijau secara fisik, tetapi juga hijau secara perilaku dan kurikulum," ujarnya.
Menurutnya, Adiwiyata adalah salah satu langkah nyata dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang dimulai dari satuan pendidikan.
Ia berharap, lewat pembinaan dan sosialisasi ini dapat menghasilkan penguatan komitmen bagi seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa, hingga komite, memiliki pemahaman dan semangat yang sama dalam program Adiwiyata.
"Para peserta juga diharapkan dapat memahami secara utuh kriteria dan mekanisme penilaian berdasarkan peraturan terbaru yakni Permen LH/BPLH Nomor 05 Tahun 2025/2026," tambahnya.
Pihaknya juga berharap, adanya aksi nyata yakni sekolah mampu mengimplementasikan gerakan peduli lingkungan seperti pengelolaan sampah (kompos), penghematan energi/air, serta edukasi lingkungan yang terintegrasi dalam pembelajaran.
Baca juga: MTsN 3 HST Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional
Syafaat menuturkan, proses menuju sekolah Adiwiyata memerlukan perjuangan dan kolaborasi. Oleh karena itu, melalui tim pembina, pihaknya berkomitmen untuk terus mendampingi para peserta dalam memenuhi persyaratan dan melakukan perbaikan berkelanjutan.
"Jadikanlah lingkungan sekolah yang asri dan bersih sebagai media pembelajaran yang menyenangkan, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang mencintai alam," pesannya.
Dalam kegiatan itu, para peserta juga dibagikan tumbler sebagai bagian dari kampanye program HST No Plastic atau kampanye pengurangan plastik sekali pakai di lingkungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Pewarta: Muhammad HidayatullahEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026