Tanjung (ANTARA) -  Kelompok Tani Karya Tama Desa Kupang Nunding, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, berhasil mengembangkan bisnis bibit sayuran dengan omset mencapai Rp30 juta per bulan.

Usaha yang dirintis sejak tahun 2024 ini diakui anggota kelompok tani, Gatot Supriyono, cukup menjanjikan menyusul tingginya permintaan akan bibit tanaman hortikultura mulai dari cabai, terong, tomat dan jenis sayuran lainnya.

"Bisnis ini kami kelola secara swadaya sejak tahun 2024 dan awalnya dapat bantuan bangunan dari dinas," ungkap Gatot, Jumat.

Baca juga: Tabalong terima bantuan pusat untuk pengembangan kampung hortikultura
Baca juga: Petani milenial Tabalong perlu dukungan alat pertanian modern

Dengan luas lahan 6 meter x 30 meter, pembibitan yang dikelola Gatot dan anggota kelompok lainnya mampu memproduksi bibit hingga ratusan ribu bibit.

Meski lahan dan peralatan terbatas, usaha bibit sayuran terus berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan pembeli dari petani lokal Tabalong hingga Kalimantan Tengah.

Bibit sayuran jenis terong, tomat, cabai keriting hingga cabai tiung paling diminati.

Dengan harga jual bibit terong Rp110 ribu per kotak (isi 250 bibit), tomat Rp225 ribu (isi 750 bibit), cabai keriting Rp225 ribu dan cabai tiung Rp100 ribu per kotak.

"Kurang satu bulan setelah semai  biasanya bibit sudah bisa kami jual dan produksi bibit sesuai pesanan pembeli," jelasnya.

Baca juga: DKP2TPH Tabalong berikan bantuan alsintan lima kampung hotikuktura

Uang hasil penjualan bibit sayuran  selain untuk gaji anggota juga masuk ke kas kelompok tani sebesar Rp500 ribu.

Gatot pun berharap bisnisnya bisa terus berkembang dengan dukungan Pemkab Tabalong mengingat terbatasnya ketersediaan peralatan seperti alat pengaduk pupuk, armada tosaa, sumur gali dan modal usaha.

Saat ini mereka  masih menyewa mobil pick up untuk mengangkut bibit ke pembeli dan benih sayuran dibeli secara online.
 



Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026