Tanjung (ANTARA) - Kelompok Tani  Maburai 3, Desa Maburai, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, mengikuti edukasi terkait cara mengatasi hama dan penyakit tanaman oleh UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura setempat.

Perwakilan UPTD BPTPH Kabupaten Tabalong Teguh Fitrianto mengatakan kegiatan pelatihan mencakup pengendalian organisme pengganggu  tanaman (OPT) pangan dan hortikultura.

"Petani kita berikan pelatihan agar bisa mengatasi hama tanaman pada cabai seperti kutu kebul dan kutu daun," jelas Teguh, Rabu.

Mengingat Kelompok Tani Maburai 3 tengah mengelola budidaya cabai tiung jenis Ori dan kaliber melalui program bina desa yang diinisiasi PT SIS dan Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN).

Baca juga: Program bina desa SIS-YABN kembangkan cabai tiung varietas ori 212
Baca juga: Harga cabai tiung di Kabupaten Tabalong capai Rp100 ribu

20 petani yang mengikuti kegiatan pelatihan juga  mendapatkan wawasan cara  pembuatan light trap dan  Plant Growth Promoting Rhizobacteria
(PGPR) dipandu Eka Retno dan  Alfi Syahrianoor dari UPTD BPTPH Tabalong.

Light trap merupakan alat untuk  menangkap atau menarik serangga yang tertarik cahaya di malam hari. 

Selain berfungsi untuk mengetahui keberadaan atau jumlah populasi serangga di lahan pertanian juga dapat memerangkap hama terutama ngengat atau imagonya.

Sedangkan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) merupakan kelompok bakteri menguntungkan dan aktivitasnya  berpengaruh  positif bagi pertumbuhan tanaman, baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

Sebelumnya kelompok tani ini telah tiga kali panen  cabai tiung varietas Ori dan kaliber sebagai  bukti nyata  kerja keras  dalam mengembangkan  komoditas hortikultura unggulan dengan nilai ekonomi tinggi dan permintaan yang tidak pernah surut.



Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026