Banjarmasin (ANTARA) - Ketua. DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Supian HK mengimbau warga masyarakat, terutama penduduk provinsi setempat agar waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, serta tetap menjaga kebersihan lingkungan.
"Walaupun belum memasuki musim kemarau warga agar waspada karhutla. Apalagi saat musim yang kemungkinan tak lama lagi tiba," ujar Ketua DPRD Kalsel dua periode itu ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya di Banjarmasin, Selasa siang.
Politikus senior Partai Golkar itu mengingatkan agar jangan membuang pontong rokok sembarangan yang bisa menimbulkan kebakaran. "Apalagi melakukan pembakaran hutan dan lahan, yang juga bisa berdampak pada kesehatan dan lainnya," ujar Supian HK.
Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel V/Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong itu juga mengimbau atau sekaligus mengingatkan warga agar tetap menjaga kebersihan lingkungan seperti membuang sampah seenaknya yang mengakibatkan penyumbatan saluran air.
"Penyumbatan saluran air oleh tumpukan-tumpukan sampah juga membuat drainase tidak berfungsi maksimal sehingga menimbulkan banjir," ujar wakil rakyat kelahiran Rantau Bujur HSU 69 tahun lalu itu.
Dengan didampingi Sekretaris DPRD Kalsel Muhammad Jaini serta Kasub Bagian Humas Setwan setempat, Ady Prasetya Radam tersebut, Supian HK melakukan imbauan itu, karena masih berada di musim penghujan atau pancaroba yang juga berpotensi banjir serta karhutla bila tanpa perhatian bersama.
"Pengalaman yang sudah-sudah, baik karhutla maupun banjir hendaknya menjadi guru yang baik dalam perjalanan hidup bermasyarakat ataupun individual agar kejadian pahit/buruk jangan terulang," ujar Supian HK.
Ia juga mengapresiasi atas kebijakan serta langkah-langkah Gubernur Kalsel H Muhidin beserta jajaran dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana, baik karhutla maupun banjir.
"Kebijakan dan langkah-langkah Gubernur Muhidin guna kemaslahatan Banua atau kenyamanan penduduk Kalsel," demikian Supian HK.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026