Kementerian Negara Riset dan Teknologi mengembangkan varietas padi unggul pandan putri di Kalimantan Selatan hasil temuan Badan Tenaga Nuklir Nasional.
Staf Ahli Menristek Bidang Kehumasan Gusti Nooripansyah di Banjarmasin, Selasa mengatakan, padi pandan putri yang merupakan hasil pengembangan dari radiasi nuklir merupakan bibit padi yang tahan dalam segala situasi.
"Padi tersebut merupakan pengembangan dari pandan wangi namun lebih tahan terhadap cuaca dan kondisi air," katanya.
Selain itu, kata dia, produktivitasnya cukup tinggi yaitu mencapai 40 ton perhektare.
Padi tersebut juga bisa dipanen hanya dalam waktu tiga bulan dan batangnya jauh lebih tahan terhadap segala cuaca.
Padi tersebut, kata dia, sangat cocok untuk dikembangkan di Kalsel karena tahan terhadap genangan air baik di rawa maupun di lahan banjir serta tahan terhadap musim kemarau.
Penemuan varietas pandan putri tersebut diharapkan mampu mendongkrak produksi padi secara nasional maupun lokal Kalsel yang selama ini masih sangat tergantung dengan musim.
"Saat ini uji coba padi tersebut masih berupa demplot-demplot yang disemai di sawah di Kabupaten Kotabaru," katanya.
Bila uji coba itu berhasil, kata dia, maka akan dikembangkan dalam cakupan yang lebih luas terutama untuk daerah-daerah yang pengembangan pertaniannya belum maksimal.
Gubernur Kalsel Rudy Ariffin mengatakan, hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir diharapkan tidak akan berpengaruh terhadap produksi padi Kalsel.
"Kita harap seluruh bidang terkait segera bisa mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk kemungkinan terjadinya masalah pertanian," katanya.
Kepala Biro Humas Pemprov Kalsel Hermansyah mengatakan, pada 2011 produksi padi Kalsel mencapai 2 juta ton lebih atau sesuai dengan target yang ditetapkan.
Kondisi tersebut berbeda dengan 2010, karena cuaca ekstrem membuat sebagian lahan pertanian tidak bisa ditanam, sehingga produksi padi justru turun dibanding 2009.
"Kita berharap dengan persiapan yang telah kita lakukan, pada 2012 produksi padi kita bisa meningkat tajam minimal bisa mencapai target yang ditetapkan yaitu 2 juta ton lebih," katanya./B/C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.