Banjarmasin (ANTARA) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) menggencarkan pembelian gabah dan beras milik petani untuk memenuhi target serapan sebanyak 22 ribu ton lebih pada 2026.
Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah Kalsel Muhammad Akbar Said di Banjarmasin, Rabu, mengatakan, pihaknya optimistis mampu memenuhi target pembelian sebanyak 22.532 ton sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
"Tahun ini kami menargetkan serapan, untuk gabah sebanyak 10.221 ton dan beras sebanyak 12.340 ton,"katanya.
Dia menyampaikan, upaya pencapaian target ini antara lain dengan membangun sinergi bersama pemerintah daerah, TNI dan Polri dengan melakukan pemantauan ke daerah-daerah yang menjadi sentral panen.
Beberapa daerah sentral panen di Kalsel dari 13 kabupaten/kota adalah Barito Kuala, Kabupaten Banjar dan Tanah Laut.
Dari hasil koordinasi dan pantauan di lapangan, puncak panen di beberapa wilayah Kalimantan Selatan, di prediksi pada Maret dan April 2026.
Namun demikian di beberapa daerah seperti Tanah Bumbu, Tanah Laut dan Barito Kuala, saat ini sudah mulai panen dan sudah mulai diserap oleh Bulog.
Akbar juga memberitahukan, jika ada harga gabah jatuh atau dibeli dengan harga di bawah harga eceran tertinggi (HET), petani atau masyarakat segera melaporkan ke Bulog terdekat, kepada penyuluh atau kepada Babinsa agar gabah petani tersebut dibeli oleh Bulog sesuai harga yang ditetapkan pemerintah
"Ini sebagai upaya kita bersama agar tidak ada lagi gabah petani yang dijual di bawah harga pokok penjualan (HPP) sebesar Rp6.500," katanya.
