Istanbul (ANTARA) - Teheran menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka untuk pelayaran global, tetapi tertutup untuk musuh-musuh Iran.
Penasihat pemimpin tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, mengatakan bahwa akhir perang akan ditentukan oleh strategi Iran daripada “ilusi” para musuhnya.
“Perang akan berakhir dengan strategi dan otoritas Iran, bukan dengan khayalan dan ilusi para agresor,” katanya di X.
Baca juga: Menlu: Ada sinyal positif negosiasi agar kapal RI lintasi Selat Hormuz
Pernyataan tersebut disampaikan beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi dari Gedung Putih bahwa Iran hanya memiliki "sedikit" peluncur rudal dan bahwa kemampuannya untuk meluncurkan rudal dan drone telah "sangat berkurang."
Trump mengatakan dia memperkirakan perang akan berlanjut selama dua hingga tiga pekanlagi, tetapi percaya konflik tersebut telah mendekati akhir.
Di lain pihak, Iran telah mempertahankan kendalinya atas Selat Hormuz—jalur perairan strategis untuk pasokan energi ke negara-negara Asia.
Teheran telah mengizinkan kapal-kapal dari sejumlah “negara sahabat” Iran untuk melintasi Hormuz.
Baca juga: Negara Teluk kaji proyek pipa energi untuk hindari Selat Hormuz
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang mengakibatkan lebih dari 1.340 kematian, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Serangan Iran menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan penerbangan.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Teheran: Selat Hormuz terbuka untuk dunia, tertutup untuk musuh Iran
Pewarta: Yashinta DifaEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026