Kendari (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Kabupaten Buton di Provinsi Sulawesi Tenggara diguncang gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif.
Kepala BBMKG Wilayah IV Nasrol Adil saat dihubungi di Kendari, Senin, mengatakan bahwa gempa bumi tektonik tersebut mengguncang wilayah Buton pada Senin pagi pukul 07.39 Wita.
"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 2,7," katanya.
Dia menyebutkan bahwa berdasarkan episenter gempa bumi tersebut pada koordinat 5,42 Lintang Selatan (LS) dan 122,92 Bujur Timur (BT), tepatnya di laut pada jarak 10 kilometer dari Buton pada kedalaman 5 kilometer.
Baca juga: BMKG: Gempa dangkal guncang di Gayo Lues Aceh Minggu pagi
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat sesar aktif," ujarnya.
Nasrol Adil mengungkapkan bahwa berdasarkan estimasi peta guncangan atau shakemap dan laporan masyarakat, gempa bumi tersebut menimbulkan guncangan di Kecamatan Pasarwajo dengan skala intensitas II-III MMI atau getaran yang dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, getaran juga dirasakan nyata dalam rumah, hingga terasa getaran seakan-akan ada truk yang berlalu.
"Hingga pukul 08.37 Wita, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya kejadian gempa bumi susulan," sebutnya.
Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi yang diterima terkait dengan gempa bumi.
Nasrol Adil meminta masyarakat untuk mengonsumsi informasi atau berita dari sumber BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi yang resmi dan telah terverifikasi.
Baca juga: Gempa bumi magnitudo 7,1 di Sabah tidak berpotensi tsunami di Kaltara
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG: Buton diguncang gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif
