Tanjung (ANTARA) - Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan mencatatkan sebanyak 65 inovasi daerah mengikuti penilaian yang melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Kepala Bapperinda Kabupaten Tabalong Arianto mengatakan pihaknya juga menggandeng Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan juri independen untuk penilaian lomba inovasi daerah tahun 2025.
"Tahun ini 65 inovasi mengikuti penilaian mencakup 28 kategori ASN atau SKPD, 10 kategori desa atau teknologi tepat guna dan 27 inovasi kategori masyarakat," jelas Arianto, Jumat.
Baca juga: Pemkab Tabalong terima penghargaan IGA yang kelima kalinya
Anugerah inovasi daerah merupakan ajang tahunan dalam rangka syukuran Kabupaten Tabalong ke-60 atas keberhasilan meraih predikat kabupaten terinovatif se-Indonesia pada Innovative Government Award (IGA) 2025.
“Anugerah ini mendorong tumbuhnya kesadaran kita semua untuk berbudaya inovatif dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi terutama peningkatan kinerja, pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sebelumnya pada IGA 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) jumlah inovasi yang terlibat dalam penilaian indeks inovasi daerah sebanyak 291 inovasi.
Baca juga: Produk lokal Tabalong makin dikenal lewat ajang inovasi
Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani mengapresiasi para inovator yang telah berkontribusi menjaga konsistensi prestasi inovasi daerah ini.
“Ini hasil kerja kolektif seluruh SKPD, para inovator, dan ASN yang terus berupaya menghadirkan ide-ide kreatif, solutif dan berdampak,” ucapnya.
Bupati Haji Fani mengajak seluruh inovator menjadikan inovasi sebagai budaya kerja dan bukan sekadar kewajiban, sehingga Tabalong dapat terus menjadi daerah yang adaptif, berdaya saing dan terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Selamat kepada penerima Anugerah Inovasi Daerah Tahun 2025 Tabalong, teruslah berinovasi dan berkarya untuk kemajuan daerah,” ujarnya.
