"Kami sangat bangga tiga tim yang lolos ke final ini berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dua tim dan satu tim dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK)," kata Rektor ULM Prof. Ahmad Alim Bahri di Banjarmasin, Minggu.
Baca juga: ULM tuan rumah Simposium Kebebasan Sipil 2025
Adapun tiga tim itu yakni Tim Ruhui Rahayu dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Tim Batang Banyu Learning dari Program Studi Teknologi Pendidikan serta Vida Team dari FKIK.
Tim Ruhui Rahayu beranggotakan Ni’matul Aufa, Maulana Rizqi, Ratri Nur Kusuma Dewi, dan Mardhiyyah membawakan inovasi microteaching berbasis website interaktif untuk pembelajaran rotasi dan revolusi bumi di sekolah dasar.
Website didesain menarik melalui aplikasi Canva dan Google Slide.
Pemilihan Google Slide didasarkan dari kemudahan akses dan penggunaannya dalam kelas siswa SD.
Inovasi digital ini dirancang secara konprehensif, tidak hanya mengintegrasikan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), namun peserta juga menggunakan model pembelajaran Team Games Tournament (TGM), dan Mind Mapping.
Inovasi ini terbukti dapat mendukung tercapainya pembelajaran kritis dan mandiri bagi siswa sebagaimana hasil pembelajaran yang dicapai ketika dilaksanakan di SDN Sungai Miai 5 Banjarmasin.
Tim Batang Banyu mengembangkan model pembelajaran berbasis problem-based learning (PBL) sebagai inovasi dalam bidang lomba Microteching Digital Pendidikan (MDP).
Model pembelajaran berbasis problem-based learning (PBL) ini diintegrasikan dengan mata pelajaran Informatika kelas IX SMP.
Baca juga: ULM masuk enam besar nasional pada Anugerah Media Humas 2025

Baca juga: Magister Manajemen ULM gelar kuliah umum dorong keberlanjutan bisnis
Inovasi tersebut menghadirkan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) interaktif dalam format PDF yang dapat langsung diketik, sehingga mempermudah peserta didik dalam memahami materi terutama terkait keamanan data dan informasi.
"Inovasi ini telah diuji coba pada September 2025 di SMPN 4 Banjarmasin," kata Ketua Batang Banyu Learning, Dea Agustina.
Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi berkat metode pembelajaran yang lebih variatif, mulai dari diskusi, kuis melalui Wayground, flipbook materi, hingga sistem pengumpulan tugas melalui Google Drive.
Vida Team membawakan gagasan inovatif lewat video pendidikan mengenai kekerasan seksual di dunia digital yang berjudul Fatamorgana.
Konsep ini dinilai berbeda dengan video pendidikan atau edukasi lainnya karena mengangkat sebuah isu yang sensitif yaitu kekerasan seksual di dunia digital.
Video Fatamorgana juga mengedukasi pentingnya membersamai korban dan tidak melakukan diskriminasi.
Ketua Vida Team, Ibaldy Riyandu mengatakan video ini menjadi bentuk rangkulan kepada orang yang menjadi korban dari kekerasan seksual khususnya penyalahgunaan AI, serta usaha untuk memberikan edukasi perihal tidak melakukan victim blaming atau tindakan menyalahkan korban.
Final LIDM tahun ini akan diselenggarakan di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, 1 hingga 4 Desember 2025.
Baca juga: Semangat kepahlawanan fondasi penting jaga kualitas demokrasi
