Kotabaru, Kalsel (ANTARA) - Bupati Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan H Muhammad Rusli memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Muhammad Rusli, mengungkapkan rasa bangganya terhadap peran besar PGRI dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Baca juga: Guru se-Kabupaten Balangan ikuti jalan sehat peringati HUT PGRI
“Saya secara pribadi adalah alumni sekolah PGRI. Saya merasakan langsung bagaimana nilai perjuangan, kedisiplinan, dan dedikasi yang ditanamkan para guru. Hari ini saya melihat PGRI semakin solid, semakin maju, dan terus berkontribusi nyata untuk bangsa,” ujarnya di Kotabaru, dilaporkan Selasa.
Ia menegaskan bahwa guru merupakan pilar utama pembangunan sumber daya manusia, sekaligus garda terdepan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Peringatan HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025 mengusung tema: “Guru Bermutu, Indonesia Maju, Bersama PGRI Mewujudkan Indonesia Emas.”
Tema ini mencerminkan komitmen PGRI dalam meningkatkan kualitas guru sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.
Bupati juga menyerahan penghargaan kepada guru dan tokoh pendidikan, serta penyerahan simbolis bantuan kendaraan dinas pengangkut sampah kepada tiga desa di Kabupaten Kotabaru.
Sementara itu, kegiatan ini diikuti ratusan peserta yang terdiri dari unsur ASN, guru, PGRI, pelajar, TNI-Polri, serta organisasi kemasyarakatan.
Para ASN mengenakan seragam KORPRI, guru mengenakan seragam PGRI, dan organisasi tampil dengan atribut masing-masing.
Baca juga: Pemkab bersama PGRI Kotabaru Gelar Jalan Sehat dan Senam Anak Indonesia Hebat
Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan tari kolosal kolaborasi PGRI dan IGTKI Kabupaten Kotabaru, yang menambah semarak suasana sebelum upacara dimulai.
Pembacaan sejarah singkat PGRI mengulas perjalanan panjang perjuangan guru Indonesia sejak berdirinya Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912, hingga lahirnya PGRI pada 25 November 1945 di Surakarta sebagai wadah persatuan guru dalam mempertahankan kemerdekaan dan memajukan pendidikan nasional.
