Banjarbaru, Kalsel (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), menggulirkan program Satu Pusat Data Kelurahan (Saputaran) sebagai langkah memperkuat kualitas data pembangunan yang dimulai dari tingkat kelurahan.
Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Sirajoni di Banjarbaru, Jumat, mengatakan Pemkot mendorong kelurahan agar tidak lagi sekadar menjadi objek pembangunan, melainkan mampu menjadi subjek penyedia data yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca juga: DKP3 Banjarbaru ambil langkah strategis tingkatkan ketahanan pangan
Ia menegaskan Aparatur Pemerintah Kelurahan memiliki peran strategis dalam penyediaan data yang menjadi dasar penyusunan kebijakan daerah.
“Data yang akurat dan terkoordinasi, didukung SDM berkompeten, akan membantu kita merumuskan kebijakan yang tepat sasaran menuju Banjarbaru elok, maju, adil, dan sejahtera,” ujarnya.
Sirajoni menambahkan pendataan di tingkat kelurahan menjadi fondasi penting untuk memperbaiki kualitas perencanaan pembangunan, termasuk dalam perumusan program prioritas dan evaluasi capaian pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarbaru Agus Muslim menjelaskan Saputaran merupakan model pembinaan satu data di tingkat kelurahan yang terintegrasi dengan program Kelurahan Cinta Statistik (Cantik).
Baca juga: Pemkot Banjarbaru latih anggota KIM tingkatkan kompetensi
Program tersebut dijalankan secara bertahap dalam jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.
Menurut Agus, pembinaan tersebut penting untuk meningkatkan literasi statistik, memetakan kebutuhan data prioritas, serta memperkuat pemahaman proses bisnis statistik agar kelurahan mampu menghasilkan data yang sesuai potensi masing-masing wilayah.
“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi data, pemahaman proses statistik, hingga penyediaan data sesuai potensi masing-masing kelurahan,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi program Saputaran diikuti sekitar 60 peserta dari perwakilan SKPD, kecamatan, kelurahan, perguruan tinggi, serta tim teknis BPS. Para peserta juga mendapatkan pembekalan dari narasumber BPS Kota Banjarbaru serta Dinas Kominfo Banjarbaru.
Baca juga: Pemkot Banjarbaru buka wacana pemekaran kecamatan dan kelurahan
