Barabai (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), melakukan efisiensi anggaran perjalanan dinas (perjadin) dan operasional sebesar 30 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2026.
"Berbagai pos anggaran di seluruh SKPD kita efisiensi, seperti perjalanan dinas, anggaran operasional, serta anggaran alat tulis kantor (ATK)," kata Sekretaris Daerah (Sekda) HST Muhammad Yani di Barabai, Selasa.
Data Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) HST menunjukkan anggaran perjalanan dinas awalnya dialokasikan Rp126 miliar menjadi Rp72 miliar di tahun 2026, jadi ada pemotongan sekitar Rp54 miliar, lalu untuk ATK dari Rp3,8 miliar jadi Rp 3,4 miliar.
Baca juga: Bupati HST harapkan APBD 2026 berikan manfaat luas untuk masyarakat
Yani menerangkan, efisiensi anggaran tidak menyentuh belanja pegawai, artinya gaji atau tunjangan ASN dipastikan aman.
Lebih lanjut, efisiensi ini berlaku untuk seluruh SKPD di HST, contohnya di Dinas Pendidikan, pagu anggaran untuk menjalankan semua program di tahun 2025 sebesar Rp447 miliar, tapi untuk 2026 direncanakan Rp414 miliar.
"Begitu pula di SKPD lainnya dilakukan efisiensi serupa. Namun, anggaran yang langsung bersentuhan dengan pelayanan publik, serta infrastruktur tidak mengalami pengurangan atau efisiensi," paparnya.
Sementara pada tahun 2026, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp1,7 triliun, sedangkan belanja daerah mencapai Rp2,2 triliun.
Baca juga: DPRD HST sahkan Perda APBD 2026 sebesar Rp1,7 triliun
Kemudian, pendapatan APBD paling banyak diperoleh dari transfer pusat ke daerah (TKD) yang totalnya mencapai Rp1.092.501.746.000, namun angka ini turun dari Rp1,4 triliun di tahun 2025, sisa pendapatan lainnya didapat dari pajak daerah, retribusi daerah, serta hasil kekayaan daerah.
Sedangkan defisit anggaran Pemkab HST sebesar Rp450 miliar lebih yang penyebab defisit ditengarai karena TKD menurun, untuk itu Pemkab HST perlu mengatur ulang belanja.
Sekda menjelaskan beberapa skema telah dilakukan untuk menyiasati defisit tersebut, seperti menggunakan dana sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) di tahun 2025.
"Kita juga telah melakukan efisiensi seperti perjalanan dinas, biaya operasi totalnya mencapai Rp100 miliar," ujarnya.
Baca juga: KPPN Barabai salurkan Rp1,94 triliun TKD semester I bagi tiga kabupaten
Yani menyebut, Silpa 2025 ada Rp296 miliar, yang secara rasional defisit anggaran HST hanya Rp400 miliar, sedangkan sisa Rp50 miliar merupakan bagian dari dana belanja tak terduga (BTT).
Pemkab HST juga memiliki tabungan dana bagi hasil (DBH) dari Provinsi Kalsel sekitar Rp40 miliar, oleh karena itu Sekda optimis bahwa defisit anggaran bisa ditutup.
"Insya Allah ter-cover aja," tutup Sekda.
