Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan terus gencar melakukan pembinaan dan pelatihan meningkatkan kapasitas para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk melaju ke pasar moderen.
"Pemberian pelatihan dan pembinaan peningkatan kapasitas IKM ini penting digalakkan agar mereka naik kelas, menjadi lebih kompeten, inovatif dan mandiri," ujar Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Senin.
Dia menyatakan apresiasi upaya yang dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian kota setempat yang terus berupaya agar sektor IKM yang jumlahnya ribuan di kota ini bisa berkembang dan maju sebagai penggerak ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut dia, di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, pelaku IKM dituntut untuk terus meningkatkan kualitas, baik dari aspek produk, kemasan, pemasaran, legalitas usaha hingga pengelolaan keuangan.
Baca juga: 440 pelaku IKM manfaatkan Rumah Kemasan di Banjarmasin
Karenanya pembinaan dan pelatihan yang digiatkan pemerintah kota, ungkap Yamin mulai dari kebijakan IKM naik kelas, mindset kewirausahaan, inovasi usaha, branding, pemasaran digital, konten marketing hingga pencatatan keuangan.
"Para pelaku IKM baik olahan pangan, Sasirangan, maupun kerajinan tangan adalah penggerak utama ekonomi kreatif Kota Banjarmasin. Semakin meningkat kualitas produk dan pemasarannya, insya Allah semakin kuat pula perekonomian daerah kita," ujarnya.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar menyatakan, pembinaan dan pelatihan peningkatan kapasitas IKM dilakukan bertahap, seperti hari ini sebanyak 100 IKM.
Materi yang disampaikan pun, kata Tezar, panggilan akrabnya, kian beragam, mencakup manajemen keuangan, pembukuan, pengemasan produk, digitalisasi usaha, hingga strategi konten untuk pemasaran.
Baca juga: Puluhan IKM Banjarmasin dibekali kemampuan pengelolaan ekspor
Selain itu, para pelaku IKM juga diberikan pemahaman tentang pentingnya kemasan yang menarik dan efektif dalam meningkatkan daya saing produk.
"Kita memiliki Rumah Kemasan yang siap membantu IKM menciptakan desain kemasan yang mampu menarik perhatian konsumen di tengah banyaknya produk yang beredar," kata Tezar.
Dia menyebutkan, berdasarkan data pada aplikasi Sistem Informasi Data Industri (SIDIN), terdapat sekitar 6.000 IKM yang terdaftar di Kota Banjarmasin, dengan lebih dari 3.000 IKM telah diverifikasi.
Disperdagin pun komitmen untuk terus memberikan pembinaan bertahap, mulai dari aspek legalitas, sertifikasi halal, kemasan, hingga standarisasi lainnya.
Baca juga: Pemkot Banjarmasin permudah perizinan industri dengan OSS RBA
Tezar menuturkan, pembinaan yang dilakukan selama ini membuahkan hasil positif.
Beberapa IKM Banjarmasin bahkan telah berhasil menembus pasar moderen, salah satunya pengrajin kain Sasirangan yang telah mempromosikan produknya hingga ke Taiwan.
Sejalan dengan hal itu, Pemerintah Kota Banjarmasin sebelumnya juga telah menerima Penghargaan Upakarti dari Menteri Perindustrian RI pada tahun 2024 sebagai bentuk pengakuan atas pembinaan industri kecil yang berkelanjutan, demikian kata Tezar.
