Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mendorong inovasi kearifan lokal lewat lomba desain motif kain Sasirangan untuk menyambut usia 500 tahun kota ini pada 2026.
Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Noosyahdi di Banjarmasin, Selasa, menyampaikan, kegiatan yang diawali sosialisasi digelar di Rumah Kemasan tersebut sebagai momentum strategis untuk mendorong kain batik khas provinsi ini naik kelas.
Dia menjelaskan, lomba tahun ini tidak hanya diikuti pemula, tetapi juga mempertemukan para senior di bidangnya, termasuk para pemenang lomba satu dekade terakhir dalam kategori “best of the best”.
"Kita ingin melahirkan motif yang benar-benar merepresentasikan 500 tahun usia Kota Banjarmasin dan bisa diterima pasar luas, bahkan sampai ekspor,” katanya.
Baca juga: Pemkot Banjarmasin daftarkan rancangan terbaik Sasirangan 2025 ke HAKI
Dia menambahkan, komunikasi dengan Bea Cukai mulai dibangun untuk membuka akses ekspor yang selama ini dianggap rumit oleh pelaku usaha.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Hj Neli Listriani menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan strategi membangun identitas daerah.
"Motif yang terpilih akan digunakan oleh kepala daerah hingga ASN. Ini bentuk nyata bahwa karya lokal menjadi kebanggaan bersama,” ujarnya.
Dengan sekitar 50 peserta kategori reguler dan 15 peserta kategori terbaik, dia optimis kualitas desain akan semakin meningkat dan mampu menembus pasar nasional hingga global.
Baca juga: Banjarmasin kirim empat perajin Sasirangan ikut pelatihan nasional
Dengan melihat kondisi tersebut, peluang besar terbuka, tentu dukungan pemerintah serta kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat identitas budaya dan membantu akses ekspor pasar global bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM).
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin mengapresiasi kegiatan tersebut seraya menyoroti peluang yang selama ini belum dimaksimalkan.
“Selama ini urusan kepabeanan kita lebih banyak bergantung dari luar daerah. Padahal, kalau ini kita kelola sendiri, dampaknya bisa langsung ke peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.
Dia menyatakan, sebagai kota perdagangan dan jasa tanpa sumber daya alam, Banjarmasin dituntut mengandalkan kreativitas dan inovasi agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan.
"Saya optimis dengan kegiatan ini akan tercipta motif kain Sasirangan yang indah dan berdaya saing untuk ke nasional hingga global," ujarnya.
Pewarta: SukarliEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026