Prinsipnya adalah bagaimana kebijakan ini berdampak baik bagi wajah kota, bukan sekedar pasar yang kita bangun ulang lalu selesai
Banjarmasin (ANTARA) - Wali Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan H Muhammad Yamin HR membuka dialog untuk menata Pasar Ujung Murung atau salah satu pasar grosir terbesar di kota setempat yang ditawarkan ke investor.
Wali Kota Banjarmasin mengundang Paguyuban Pedagang dan tokoh Pasar Ujung Murung untuk berdialog menyamakan persepsi sekaligus menyerap aspirasi di ruang rapat Wali Kota di Balaikota Banjarmasin, Kamis.
Wali Kota menegaskan bahwa pihaknya memiliki prinsip utama untuk tidak memberatkan para pedagang dengan adanya pelibatan investor atau pihak ketiga yang ingin bekerja sama dalam proses revitalisasi pasar.
Dia menambahkan bahwa rencana pengembangan pasar ini selain daripada meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan pedagang, juga diharapkan konsep yang diusung bisa mengadaptasi "market tourism" untuk menambah daya tarik pengunjung.
"Prinsipnya adalah bagaimana kebijakan ini berdampak baik bagi wajah kota, bukan sekedar pasar yang kita bangun ulang lalu selesai, tapi ada nilai jual, seperti wadah foodcourt atau kuliner di bagian atap bangunan nanti yang menghadap pemandangan sungai misalnya. Ini tentu akan menyejahterakan pedagang juga, kita ingin maju bersama tanpa ada yang merasa dirugikan," ujar Yamin.
Baca juga: Pemkot Banjarmasin evaluasi rendahnya serapan anggaran triwulan 1
Untuk itu, kata Yamin, Pemerintah kota Banjarmasin tidak akan tinggal diam, kajian teknis, penyusunan master plan, mekanisme administratif termasuk rencana relokasi sementara para pedagang akan pihaknya tindaklanjuti.
"Ini penting agar rehab pasar yang direncanakan berjalan itu tidak mengganggu aktivitas jual beli pedagang," ungkapnya.
"Artinya kita sama-sama sepakat menginginkan pasar yang nyaman, lingkungannya bersih dan bisa kembali tumbuh menjadi salah satu ikon pusat perbelanjaan kota, mudah-mudahan ini bisa diwujudkan," ujarnya.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Ujung Murung, Bahrin mengutarakan kondisi terkini pasar yang telah berdiri lebih dari lima dekade tersebut.
Menurut dia, selama ini pemerintah terkesan abai dan tidak memberi perhatian serius terhadap kondisi pasar, padahal letaknya sangat strategis di jantung kota.
Selain faktor bangunan, dia juga menyoroti tidak adanya keberadaan lahan parkir yang representatif dan berharap hal krusial tersebut turut diprioritaskan.
"Bangunan ini sudah tua, selain kelistrikan yang semrawut, juga atap-atapnya sudah banyak yang bocor. Ditambah lagi bila air pasang, lokasi pasar semua tergenang," jelasnya.
"Belum lagi area parkir yang tidak ada, ini akan menghambat pembeli padahal itu sesuatu yang kami anggap vital," tambahnya.
Baca juga: Banjarmasin dukung program edukasi kesiapsiagaan bencana dari mahasiswa
Dia menyambut baik inisiatif yang dilakukan Wali Kota Banjarmasin karena mau membuka ruang diskusi bersama paguyuban pasar untuk bisa memecahkan solusi terbaik bagi penataan pasar ke depan, tak hanya Ujung Murung, tapi juga bertahap hingga kawasan sekitarnya seperti pasar Besar, pasar Atom kilat dan Sudimampir.
"Intinya kami dari sisi pedagang Ujung Murung menyatakan siap jika memang pemerintah ingin melakukan pembangunan dan penataan kembali," ujarnya.
Pewarta: SukarliEditor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026